Sabtu, 11 Desember 2010

Seleksi CPNS Jateng, Apa Kabarmu...?

"Pegawai Negeri" satu kata dengan berjuta asa bagi pribadi yang ingin menyandang predikat keberadaanya. Walaupun harus rela "berpayah-payah" mengikuti proses pendaftaran hingga seleksi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mereka rela demi seuntai mimpi yang menjanjikan.

Demikian juga dengan Kodia Semarang, sebagai tempat atau domisili Penulis, pada hari Minggu, 12-12 -2010 telah menyelenggaran kegiatan seleksi bagi CPNS tersebut ( berharap jangan diartikan "sesuatu" tentang tanggal pelaksanaannya). Bahkan penulis diberikan "kehormatan" sebagaai salah satu pengawasnya. 
Berharap, berjuang sungguh, pengerahan segala potensi diri adalah sebagian nuansa emosional yang sempat mewarnai sekaligus penulis rasakan sebagai seorang "pengawas" di sana.


Inilah calon-calon "Pangembating Projo'" berkilas satu ungkapan dalam benak penulis. Namun sambil menemani sesaat para calon PNS ini, sempat terlintas tentang hasil wawancara seorang jurnalis dengan Bapak Gubernur Jateng , "Ada beberapa Kabupaten yang tidak meng-Induk Pemprov. Jateng dalam pelaksanaan seleksi CPNS kali ini", kata beliau. Bahkan lebih jauh masih kata beliau sudah ada upaya untuk meng-komunikasikan hal ini dengan "Pusat", namun tidak mendapatkan respon.

Sebagai seorang warga yang hanya bisa "sendiko dhawuh", penulis jadi merasa "miris" , lhah... kalo yang "kawogan" saja, tidak ada saling kejelasan begini, bagaimana dengan para pegawai yang dihasilkan dari kegiatan ini. Paling tidak terpenuhikah kriteria-kriteria "ideal" yang diharapkan muncul dari seorang pegawai ?
Belum lagi dengan beredarnya Isyu dari beberapa Media yang mensinyalir dalam pelaksanaannya Tes CPNS kali ini rawan akan praktek "Perjokian", juga praktek-praktek oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut menangguk keuntungan pribadi dengan mengobral janji-janji manisnya, repot wis..... .

Namun demikian sempat juga muncul asa dari penulis, toh bukan tidak mungkin ada diantara para calon yang masih mempunyai komitmen pribadi yang baik..., semoga Allah SWT "memilihkan" diantara para calon pegawai tersebut pribadi-pribadi yang Amanah, sehingga ke depan mereka mampu menunjukkan serta memberikan pengabdian yang terbaik.... Semoga. 


Jumat, 10 Desember 2010

Harga Tiket Semifinal Tembus Rp 500.000

JAKARTA, KOMPAS — Panitia lokal Piala AFF 2010 atau LOC Piala AFF 2010 akhirnya benar-benar menaikkan harga tiket semifinal. Dari enam kategori, harga tiket VVIP paling mahal. Jika harga semula Rp 225.000, maka kini tiket kelas itu menjadi Rp 500.000. Hanya tiket kategori III seharga Rp 50.000 yang tidak naik."Tiket VVIP dicetak terbatas, hanya 300 sampai 400 tempat duduk," ucap Ketua LOC, Joko Driyono, kepada wartawan, Jumat (10/12/2010).
Joko mengungkapkan, kecuali kategori III yang harganya Rp 50.000, harga tiket semua kategori mengalami kenaikan. Kelas VIP Barat naik dari harga Rp 205.000 menjadi Rp 350.000. Harga tiket VIP Timur yang semula Rp 100.000 naik menjadi Rp 250.000. Tiket kategori I naik menjadi Rp 150.000 dari Rp 100.000. Tiket kelas II yang semula Rp 75.000 naik ke harga Rp 100.000.

"Kami tidak menaikkan tiket kelas III. Harganya tetap Rp 50.000," katanya. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menambahkan, kenaikan harga tiket merupakan hal yang wajar. Menurutnya, turnamen Piala Dunia dan EURO mengalami hal serupa.
"Sebab, kualitas pertandingannya juga meningkat. Jadi, wajar jika terjadi kenaikan harga tiket," papar Nugraha.
Selain menaikkan harga tiket, jumlah tiket juga akan diperbanyak. Panitia menyediakan 70.725 lembar dari sebelumnya 60.659 lembar. Jumlah ini mencapai 81 persen dari kapasitas daya tampung Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebanyak 87.000 penonton.
"Kami tidak akan menjual sesuai dengan kapasitas maksimal SUGBK mengingat stadion ini sudah berusia 47 tahun," ungkap Joko.



Indonesia Peringkat 110 Negara Terkorup

DENPASAR, KOMPAS— Berdasarkan data Transparency International Ranking 2010 yang disampaikan Asian Forum for Human Rights and Development, Indonesia berada pada peringkat 110 indeks persepsi korupsi, dari 200 negara di seluruh dunia.
"Indonesia merupakan satu dari 21 negara di Asia yang berada di peringkat ratusan dalam data yang kami miliki itu," kata Executive Director Asian Forum for Human Rights and Development Yap Swee Seng saat jumpa pers pertemuan pararel NGO di Denpasar, Jumat (10/12/2010).
Namun, yang paling terburuk dalam indeks persepsi korupsi di antara negara-negara Asia adalah Myanmar.

Sementara dari 200 negara itu, yang cukup bersih dalam permasalahan korupsi ternyata Singapura.
Yap menjelaskan, indeks persepsi korupsi itu adalah salah satu bentuk tantangan dalam kehidupan demokrasi di negara-negara yang berada di wilayah Asia yang menjadi sorotan pihaknya.
Tindakan korupsi biasanya dilakukan oleh pihak eksekutif. Bentuknya tidak hanya berupa pengerukan uang untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bisa berbentuk penyalahgunaan wewenang.
"Selain itu, kami nilai pihak eksekutif di negara-negara Asia masih banyak yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kebal terhadap hukum," ujar Yap.
Namun, hal yang sering dilakukan oleh pihak pemerintah adalah sering melakukan penekanan terhadap kebebasan masyarakat untuk melakukan sesuatu.
Selain eksekutif, berbicara soal demokrasi, tentunya dibahas pula tentang kondisi legislatif dan yudikatif di negara kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya, masalah yang dominan terjadi di lembaga penegakan hukum itu adalah kurang independensi dalam badan tersebut karena sering dipengaruhi oleh pihak eksekutif ataupun kekuatan politik.
Menurut Yap, masalah dalam lembaga legislatif adalah masih banyaknya pemilu yang belum jujur dan adil.
Selain itu, proses penyusunan anggaran yang dibuat lembaga tersebut masih tidak transparan karena tidak ada keterlibatan masyarakat sipil dalam penyusunannya.
"Karena itu, kami berharap dalam Bali Demokrasi Forum (BDF) nantinya bisa melibatkan masyarakat sipil dan lebih mengutamakan isu hak asasi manusia," harapnya.


Kamis, 09 Desember 2010

Tanggap Darurat Merapi Berakhir

YOGYAKARTA, KOMPAS - Masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi yang berlangsung sejak 26 Oktober lalu, secara resmi berakhir pada 9 Desember ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyerahkan kendali penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.  
"Meski tanggap darurat berakhir, BNPB tidak begitu saja meninggalkan. Kami akan tetap memberikan asistensi kepada pemerintah daerah dalam masa peralihan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti," kata Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (9/12/2010).

Lebih jauh, Sutopo mengatakan, pihaknya akan menempatkan satu tim asistensi untuk membantu pemerintah daerah selama masa transisi menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Fase itu akan dimulai pada awal tahun 2011 dan diperkirakan akan berlangsung selama 2-3 tahun.
"Beberapa hal yang akan didukung seperti penyiapan hunian sementara korban erupsi, cash for work (pemberdayaan warga), dan pemberian bekal hidup," katanya.
Selain itu, tim-tim asistensi dari kementerian teknis juga masih akan bekerja, khususnya untuk membantu penanggulangan dampak sekunder erupsi Merapi berupa banjir lahar dingin yang saat ini menjadi ancaman besar.
Sejak Gunung Merapi meletus pertama kali pada 26 Oktober lalu, data BNP B hingga 8 Desember mencatat total korban meninggal mencapai 379 orang dan 179 orang dirawat inap . Penduduk yang masih berada di pengungsian sebanyak 21.338 orang yang tersebar di 114 titik. BNPB memegang komando penanggulangan tanggap darurat bencana erupsi Merapi sejak 5 November lalu.

Filipina Pilih Indonesia Jadi "Homeground"

JAKARTA, KOMPAS - Peluang Indonesia ke babak final Piala AFF 2010 terbuka lebar. Pasalnya, Filipina, yang menjadi lawan "Merah Putih" di partai semifinal, memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai tempat penyelenggaraan laga kandangnya.
Filipina memastikan melawan Indonesia usai menahan Myanmar 0-0 pada laga pamungkas penyisihan Grup B. Dengan begitu, Filipina keluar sebagai runner-up, dan akan menantang juara Grup A, Indonesia.
Keduanya bertemu di partai semifinal dengan sistem home-away. Semifinal leg pertama, Filipina berstatus sebagai tuan rumah pada 16 Desember.

Sayangnya, Filipina tidak memiliki stadion yang memenuhi untuk menggelar pertandingan internasional. "Mereka tidak memiliki stadion yang memenuhi syarat. Tanggal 6, AFC menghubungi saya, mereka bilang Ketua Federasi Filipina meminta Indonesia menjadi homeground," jelas Sekjen PSSI, Nugra Besoes kepada wartawan di kantor PSSI, Kamis (9/12/2010).
"Lalu saya menyampaikan hal itu kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Dia minta saya untuk menghitung untung-ruginya. Saya kemudian berbicara lagi dengan AFF dan mereka menyetujuinya. Keputusan itu tertuang dalam nomor surat AFF/Suzuki Cup (10)/PMS/dt yang ditandatangani Sekjen AFF, Dato Puol Money," lanjutnya.
Dengan dipilihnya Indonesia menggelar laga kandang Filipina, otomatis kesuluruhan pendapatan tiket akan menjadi milik Indonesia. "Namun, kita akan menanggung biaya akomodasi Filipina selama di sini. Mereka akan membawa 32 ofisial tim dan 10 official match," tukas Nugraha.
Meskibegitu, Indonesia tidak boleh memandang enteng Filipina. Pasalnya, tim besutan Simon Mc Menemey sudah mulai bangkit. Di babak penyisihan, mereka berhasil mengalahkan juara bertahan, Vietnam, 2-0.
"Mereka pilih Indonesia karena mungkin lebih nyaman. Kita memiliki keuntungan dalam hal ini. Namun, kita jangan terlalu over confindence," tegas Besoes.


Rabu, 08 Desember 2010

Pria Mirip Gayus Sebar Uang Palsu di Halaman Gedung KPK

Jakarta (detik.on-line) - Peringatan hari antikorupsi se-dunia yang jatuh hari ini berlangsung meriah di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Seorang pria mirip Gayus Tambunan ikut serta dalam acara tersebut dan menarik perhatian semua orang.

Pria dengan penampilan ala Gayus ini tiba-tiba saja muncul di kantor KPK, Kamis (9/12/2010). Dengan menggunakan wig berbelah tengah dan kaca mata berframe tebal, pria ini melenggang dengan menenteng raket tennis di tangan kirinya.

Pria itu mengenakan jaket hitam, di tangan kanannya ia menenteng segepok uang palsu. Ia kemudian melintas di tengah kerumunan orang yang memadati Gedung KPK. Para wartawan foto langsung mengambil gambar pria tersebut. Tiba-tiba saja ia menyebar uang palsu yang sebelumnya telah dibawanya.
Selain pria mirip Gayus, peringatan hari anti korupsi se-dunia ini juga dimeriahkan dengan karnaval. Sekitar 11 mobil bak terbuka mengikuti karnaval ini. Yang cukup menarik perhatian adalah mobil bak terbuka yang disulap menjadi mobil tahanan.

Mobil ini dilengapi kerangkeng di bagian belakangnya. Didalamnya ada 6 orang yang mengenakan baju tahanan KPK berwarna oranye. Orang-orang yang ada di dalam tahanan itu mengenakan topeng para koruptor seperti Gayus Tambunan, Jaksa Urip, Anggodo dan Artalyta Suryani.

Karnaval ini bergerak dari Kantor KPK menuju Pancoran, Pasar Rumput dan kembali ke Kantor KPK. Iring-iringan ini sempat membuat lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said tersendat. Hingga pukul 12.15 WIB, peringatan acara masih berlangsung. Sekitar 500 orang berkumpul di Gedung KPK.



Hujan Lebat hingga Maret

JAKARTA, KOMPAS - Musim hujan yang sudah terjadi di semua daerah dan pengaruh La Nina yang mulai muncul sejak musim kemarau lalu membuat seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga Maret 2011. Kondisi cuaca ekstrem ini dipastikan akan memicu sejumlah bencana susulan, seperti banjir dan longsor, di sejumlah daerah.

Kepala Subbidang Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto di Jakarta, Selasa (7/12/2010), mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan sejak Oktober dan November lalu. Bahkan, wilayah Sumatera bagian utara sudah memasuki musim hujan sejak Agustus dan September.
Dalam kondisi normal, hujan selama musim hujan dipengaruhi angin muson Oktober-April yang berembus dari Asia ke Australia. Pergerakan angin yang melintasi Samudra Pasifik dan Samudra Hindia membawa banyak uap air sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia.

Kondisi itu diperparah dengan terjadinya La Nina yang berlangsung sejak musim kemarau lalu. Suhu permukaan laut bagian barat Samudra Pasifik dan perairan Indonesia yang lebih hangat membuat penguapan di daerah itu tinggi.

Hangatnya suhu muka laut juga terjadi di bagian timur Samudra Hindia. Akibatnya, penguapan di perairan Sumatera tinggi sehingga curah hujan di bagian barat Indonesia tinggi. "Curah hujan tahun ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan 30 tahun terakhir," kata Kukuh.

Pihak BMKG memperkirakan, curah hujan menengah atas hingga sangat tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Desember ini, antara lain di seluruh Jawa, Sumatera bagian utara dan selatan, serta hampir seluruh Kalimantan. "Jika pada kemarau lalu hujan lebat bersifat lokal, dalam musim hujan ini, hujan lebat merata di semua wilayah," ujarnya.

Cuaca ekstrem itu berlangsung fluktuatif dipengaruhi siklon tropis di atas wilayah Australia dan naik turun pertumbuhan awan mulai dari timur Afrika hingga barat Pasifik. Siklon tropis di selatan Indonesia bisa muncul sewaktu-waktu.

Ahli perubahan iklim BMKG, Soetamto, mengatakan, tahun ini suhu muka laut di wilayah tropis, khususnya Indonesia, mencapai rekor tertinggi. Hal ini akan membuat hujan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menghadapi cuaca ekstrem tersebut, menurut Kukuh, BMKG sudah menginformasikan kepada pemerintah daerah. Antisipasi mencegah bencana yang muncul, seperti banjir dan longsor, diserahkan kepada setiap pemerintah daerah.