Senin, 22 November 2010
Minggu, 21 November 2010
Busana Muslim Indonesia Lebih Kreatif
KOMPAS— Diakui oleh mantan Miss Malaysia, Dato' Yasmin Yusuff, dan perancang busana muslim wanita asal Indonesia, Jenny Tjahjawati, desain busana muslim Indonesia lebih kreatif dan berani. Hal ini diungkapkan oleh keduanya kepada Kompas Female, hari ini, Jumat, 12 November 2010, seusai rangkaian sesi pertama peragaan busana dalam Islamic Fashion Festival 2010 yang berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott, Kuala Lumpur.
Di waktu terpisah, keduanya sepakat bahwa rancangan busana desainer Indonesia lebih kreatif dan berani. "Rancangan perancang Indonesia lebih berani memadupadankan detail. Sangat berani untuk menggunakan detail. Pays attention to details. Hal ini mungkin merefleksikan masyarakat Indonesia itu sendiri, yang artistik, kreatif, dancultured," urai Dato' Yasmin Yusuff, yang juga berlaku sebagai pembawa acara beberapa sesi ajang ini, sambil bergantian mengenakan busana dari perancang yang berpartisipasi.
Senada dengan Dato' Yasmin Yusuff, salah satu perancang Indonesia yang turut memamerkan busananya hari ini, Jeny Tjahyawati, mengatakan, "Cutting desainer Indonesia lebih berani dan lebih senang bereksperimen. Saya sendiri banyak bermain dengan draping serta permainan detail manik-manik dan payet."
Keduanya juga sepakat bahwa garis rancangan pakaian muslim Malaysia lebih cenderung memilih busana kaftan, yang longgar, dan tak terlalu membentuk badan. "Sepertinya ini ada faktor keturunan juga. Orang Malaysia banyak yang datang dari keturunan Timur Tengah sehingga banyak suka kaftan, sementara di Indonesia lebih bercampur, dan seleranya juga percampuran," terang Jeny yang membawakan koleksi bertema "Migration: Romantic Return", sore ini.
"Menurut saya, mengapa orang Malaysia lebih memilih menggunakan pakaian model kaftan adalah karena budaya kami. Pakaian nasional kami, baju kurung dan kebaya cenderung, seperti itu, saya rasa. Karena itulah kami lebih banyak yang memilih pakaian muslim model itu. Bahan-bahan yang melayang, longgar, terasa lebih dingin karena cuaca di sini panas," ucapnya.
"Sementara itu, perancang Indonesia lebih suka mendesain pakaian yang lebih pas tubuh dan ber-layer. Seperti salah satu busana dari perancang Indonesia yang saya kenakan beberapa hari lalu, yang terdiri dari setidaknya 5 layer, itu membuat saya berkeringat. Namun, busana Malaysia yang cenderung senang kaftan ini juga menurut saya kurang baik untuk kesehatan. Wanita yang senang mengenakan busana longgar cenderung cuek dengan bentuk tubuhnya karena ia tahu ia bisa menutupi tubuh membesar dengan busana lebar," cerita Dato' Yasmin Yusuff yang juga akan membawa acara gala dinner IFF yang rencananya akan dihadiri pula oleh HM Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong, HRH Tengku Puan Pahang, dan HRH Raja Puan Muda Perak di Ballroom JW Marriott, Kuala Lumpur.
HIBAH DANA PENDIDIKAN 165,6 Juta Dollar AS
JAKARTA, KOMPAS — Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang cukup besar memberikan dana hibah untuk pendidikan di Indonesia di antara beberapa negara yang baru saja menandatangani kerja sama dengan Indonesia hingga totalnya mencapai Rp 8 triliun. Pihak AS menghibahkan dana sebesar 165,6 juta dollar AS untuk jangka waktu 5 tahun pada periode 2010-2014.
"Ini bukan pinjaman, tetapi dana hibah. Indonesia juga menawarkan 100 beasiswa bagi mahasiswa asing yang ingin menuntut ilmu di Indonesia, seperti AS dan negara-negara nonblok," tandas Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (19/11/2010) kemarin.
Saat ini, menurut Nuh, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di AS menurun 1,1 persen dari total 672.000 mahasiswa internasional yang belajar di AS pada 2008/2009 lalu. Ada beberapa aspek penyebab turunnya jumlah tersebut, lanjut dia, salah satunya adalah faktor dana. Biaya hidup yang tinggi dan visa pelajar sering kali menjadi hambatan studi.
"Tetapi untuk student, visa bisa diatasi dengan penguatan diplomasi antara Indonesia dan AS," ujar Nuh.
Nuh menambahkan, saat ini beberapa kerja sama yang dirangkai dengan AS meliputi penambahan alokasi dana Fulbright Indonesia Research Science and Technology, program beasiswa bagi 50 pelajar Indonesia untuk belajar 1 tahun di AS, serta English Language Training Program.
"Intinya, banyak aspek yang didapat setelah menjalin kerja sama pendidikan dengan beberapa negara, yaitu bisa saling tukar pandang dan cross culture," lanjut Nuh.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Jumat (19/11/2010), Indonesia mendapatkan hibah dari beberapa negara untuk pendidikan. Dalam lima tahun ke depan, komitmen hibah dari pemerintah sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Nilainya mencapai hampir Rp 8 triliun.
Belum lagi adanya tawaran beasiswa pendidikan dari China, Selandia Baru, dan negara-negara di Timur Tengah. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat.
Rabu, 17 November 2010
Mari, Kembali ke Tujuan Murni Pendidikan
JAKARTA, KOMPAS - Pendidikan dan pengajaran yang telah diselenggarakan saat ini belum berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin nasional yang tangguh melaksanakan dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Pada tataran kenegaraan, peran negara sebagai "Negara Pengurus" yang harus melaksanakangood governance masih jauh untuk dikatakan berhasil.
Demikian dipaparkan oleh pengamat ekonomi Sri-Edi Swasono dalam orasi ilmiahnya memperingati Dies Natalis XXV, Wisuda Sarjana XXIII, serta Wisuda Pascasarjana X Universitas Mercu Buana, Senin (15/11/2010), di Plenarry Hall-JCC, Jakarta. Sri-Edi mengungkapkan, nyaris semua persoalan-persoalan negara tidak selesai, yang bahkan terus bertambah tanpa ditangani dengan baik, mulai dari urusan kedaulatan negara, bencana alam, hingga korupsi sebagai biang keladi terparah dalam pemerintahan RI saat ini.
"Apakah ada masalah korupsi yang benar-benar bisa selesai sampai akhirnya muncul kasus korupsi yang lain seperti Century hingga Gayus. Bahkan, di tengah-tengah kita memperingati Hari Pahlawan saat ini, kita harus Krakatau Steel. Kita memang tidak punya good governance," ujar Sri-Edi.
"Apakah ada masalah korupsi yang benar-benar bisa selesai sampai akhirnya muncul kasus korupsi yang lain seperti Century hingga Gayus. Bahkan, di tengah-tengah kita memperingati Hari Pahlawan saat ini, kita harus Krakatau Steel. Kita memang tidak punya good governance," ujar Sri-Edi.
Dia mengatakan, pemahaman yang dangkal tentang pendidikan internasional selama ini membawa kita melupakan pendidikan karakter bangsa sendiri. Pengembangan karakter bagi anak-anak bangsa sejak dini hingga di perguruan tinggi sangat diperlukan, terutama dalam kaitannya dengan upaya pembentukan rasa cinta Tanah Air, memelihara kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
"Tugas utama pendidikan kita adalah membina watak, membangun karakter. Lebih khusus dari itu, tujuan pendidikan kita yang murni adalah menyusun harga pribadi pada jiwa seorang pelajar," tukasnya.
Kalau tujuan pendidikan tersebut tidak dipegang teguh, lanjut Sri-Edi, maka pendidikan tersebut merupakan konsep dan tujuan pendidikan yang setengah-setengah dan cacat.
Senin, 15 November 2010
Sebagian Umat Shalat Idul Adha Pagi Ini
JAKARTA, KOMPAS - Sebagian umat Islam di Jakarta menjalankan shalat Idul Adha pada Selasa (16/11/2010) ini, meski pemerintah menetapkannya jatuh pada Rabu (17/11/2010) besok.
Hal itu tampak dari ribuan umat yang berdatangan ke halaman Masjid Al Furqon, kompleks Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Di sana akan digelar shalat Idul Adha dengan khatib Adian Husaini.
Karena tak cukup di halaman masjid, ada juga yang menempati lantai 2 dan 3 masjid untuk melakukan shalat.
Di tempat lain, sejumlah masjid juga melaksanakan shalat Idul Adha, seperti Masjid Agung Al Azhar di Kebayoran Baru dan Rawamangun dan di depan Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya serta beberapa tempat lainnya.
Salah seorang jamaah, Demi, mengatakan, dirinya melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Al Furqon pada Selasa karena mengikuti pelaksanaan wukuf di Arafah. "Saya ikuti standar wukuf di Arafah yang sudah digelar kemarin (15/11/2010)," kata Demi yang hadir dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Muhammadiyah melalui Maklumat PP Muhammadiyah nomor: 05/MLM/I.0/E/2010, telah menetapkan penetapan tanggal 10 Dzulhijjah atau hari Idul Adha jatuh pada tanggal 16 November 2010.
Terkait dengan adanya perbedaan dengan penetapan Idul Adha yang ditetapkan oleh pemerintah, maka diimbau kepada warga Muhammadiyah untuk tidak menjadikan perbedaan ini menjadi sebuah yang hal yang berefek negatif, terlebih kejadian serupa telah tering terjadi.
Kamis, 11 November 2010
Gayus Bukan? Gampang Banget Buktikannya!
JAKARTA, KOMPAS — Foto mirip Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus penggelapan pajak, masih terus menjadi polemik. Belum ada yang memastikan apakah foto tersebut Gayus atau bukan. Gayus sendiri bersikukuh bahwa yang ada di dalam foto yang diambil fotografer Kompas, Agus Susanto, itu bukan dia.
Padahal, untuk menentukan foto tersebut Gayus atau bukan sebenarnya bukan hal yang sulit. Hanya dengan software komparasi yang membandingkan pola muka seseorang dapat ditentukan apakah sosok dalam foto tersebut Gayus atau bukan. Hal tersebut dikatakan pakar digital forensik Ruby Alamsyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/11/2010) sore.
"Menurut saya, tidak sulit menentukan Gayus atau bukan dalam foto tersebut. Apalagi, foto diambil oleh fotografer menggunakan kamera profesional yang kualitasnya tinggi. Saya lihat ada juga foto Gayus tidak pakai kacamata," ujar Ruby. Untuk menentukannya, hanya perlu dilakukan teknik komparasi.Padahal, untuk menentukan foto tersebut Gayus atau bukan sebenarnya bukan hal yang sulit. Hanya dengan software komparasi yang membandingkan pola muka seseorang dapat ditentukan apakah sosok dalam foto tersebut Gayus atau bukan. Hal tersebut dikatakan pakar digital forensik Ruby Alamsyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/11/2010) sore.
Ia mengatakan, sejumlah media saat ini sudah banyak membandingkan foto jepretan Agus Susanto dan foto Gayus yang telah diketahui. Hanya saja, perbandingan yang dilakukan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum karena foto yang dibandingkan bukan aslinya dan sudah mengalami perubahan resolusi.
"Ada software khusus. Tidak dijual bebas. Harganya mahal. Memang khusus untuk digital forensik," katanya. Ia menjelaskan, software tersebut menggunakan algoritma yang akan mengkalkulasi pola muka dua foto berbeda. Salah satunya foto yang sudah diketahui (known source) dan foto yang belum diketahui (unknown source). Pada dasarnya, teknik yang digunakan sama dengan komparasi audio atau video.
Ruby menjelaskan, software tersebut akan memeriksa bentuk mata, hidung, dan bagian-bagian menonjol lainnya di titik-titik tertentu secara mendetail. Bahkan, menurut Ruby, wajah seseorang yang telah dioperasi plastik tetap dapat dideteksi oleh software semacam ini dengan teknik komparasi yang lebih cermat.
"Kalau tingkat acceptance-nya besar, bisa dipastikan foto tersebut orang yang sama atau bukan. Ilmuwan menentukan di atas 50 persen, 90 persen, tergantung mazhab yang digunakan," kata Ruby. Menurutnya, hasil komparasi seperti ini bisa dipakai sebagai alat bukti penyidikan dan di pengadilan karena telah diterima hukum di Indonesia.
Namun, saat ditanya apakah dalam foto tersebut Gayus atau bukan, Ruby enggan berkomentar. Ia mengaku belum menerima sumber asli foto yang harus dibandingkan dan hanya akan memublikasikan hasilnya jika diminta pihak berwenang karena hal tersebut sudah masuk ke ranah hukum.
Selasa, 09 November 2010
Obama: Terima Kasih dan Assalamualaikum
JAKARTA, KOMPAS — Mengakhiri pidatonya dalam jumpa pers di Istana Merdeka petang ini, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengucapkan terima kasih dan assalamualaikum.
Dalam pidato di hadapan wartawan, Obama banyak memberikan dukungan terhadap Indonesia, antara lain dalam hal memerangi korupsi dan terorisme. Ia juga mendukung sikap Indonesia terkait krisis demokrasi di Myanmar.
Pada awal pidatonya, ia sempat menyinggung kemajuan Indonesia. Ketika ia kecil di Indonesia, katanya, cuma ada Sarinah (MH Thamrin), tetapi saat ini banyak gedung-gedung tinggi di Jakarta.
Selanjutnya, ia banyak berbicara soal hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, investasi, serta kerja sama bilateral, baik di bidang ekonomi maupun sosial, seperti pendidikan dan kesejahteraan.
Ia juga menyinggung soal posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang pasti akan berada pada garis terdepan di bidang perubahan iklim. Selain itu, Obama juga sangat mendukung penyelenggaraan konferensi negara-negara penghasil minyak, OPEC, di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)





