Rabu, 06 April 2011

Apa Kata Kapolri soal Briptu Norman?

JAKARTA, KOMPAS — Kendati telah beredar luas, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengaku belum menonton tayangan video anggota Brimob Polda Gorontalo Briptu Norman Kamaru.

Walaupun belum pernah menyaksikan langsung, mantan Kapolda Metro Jaya ini memberikan apresiasi atas bakat Briptu Norman. "Dia punya kreativitas yang bagus. Kita arahkan nanti," katanya."Saya diceritakan. Banyak disampaikan teman-teman, bagus katanya," kata Kapolri kepada para wartawan di sela-sela pelantikan Hakim Konstitusi Anwar Usman di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Sebelumnya, Kapolri juga mendukung pemberian sanksi mendidik Norman. Timur menilai, apa yang dilakukan Norman ini tak patut. "Sanksinya mendidik agar yang bersangkutan lebih bisa menempatkan diri. Jangan pada saat dia bertugas, ya," kata Kapolri.

Briptu Norman mendadak terkenal seantero negeri setelah video yang berisi aksi lipsing-nya menyanyi lagu India diunggah di situs youtube. Sebagian menilai Norman kreatif. Ada pula yang mempertanyakan apakah tingkah Norman pantas karena merokok saat bertugas dan menggunakan tindik di lidah.
Video berdurasi 6 menit 30 detik yang berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" itu memperlihatkan bagaimana Norman menirukan gerakan Shakh Rukh Khan, dengan iringan lagu "Chaiya-chaiya". Ia tampak hafal betul lagu dari awal hingga akhir. Dalam rekaman, Norman berkali-kali menggoda rekan di sampingnya yang ikut berjaga di pos.


Senin, 04 April 2011

Radiasi Nuklir Jepang Capai Filipina

MANILA, KOMPAS— Sejumlah kecil radiasi nuklir yang berasal dari PLTN Fukushima, Jepang, yang rusak telah terdeteksi di Filipina. Demkian dikatakan Pemerintah Filipina, Selasa (29/3/2011). Namun, Pemerintah Filipina menekankan, jejak radiasi tersebut tidak membahayakan manusia.
”Kami mendeteksi isotop-isotop, tapi kami ingin meminta masyarakat untuk tidak panik,” kata Tina Cerbolis, juru bicara Lembaga Riset Nuklir Filipina, kepada AFP. ”Ini jumlah yang sangat kecil di udara,” tambahnya.

Selasa, lembaga tersebut mengeluarkan peringatan yang mengatakan bahwa radiasi itu berasal PLTN Fukushima di Jepang yang telah bocor sejak rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu. ”Pemantauan radiasi lingkungan dilakukan di seluruh dunia, termasuk (di) Filipina telah terdeteksi jumlah yang sangat kecil isotop radioaktif yang tampaknya datang dari PLTN Fukushima, tetapi tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia,” kata peringatan itu.
China dan Korea Selatan yang letaknya lebih dekat dengan Jepang, Selasa, juga melaporkan adanya sejumlah kecil yodium radioaktif-131 yang terdeteksi di wilayah mereka. Kedua negara tersebut juga menyatakan level kandungan zat-zat itu tidak berbahaya bagi manusia. Garis pantai terdekat Filipina dengan PLTN Fukushima berjarak sekitar 2.500 kilometer di arah barat daya negara itu dan dengan ibu kota Filipina, Manila, sekitar 500 kilometer lagi.


Minggu, 03 April 2011

Gempa Getarkan Jakarta

KOMPAS — Gempa bermagnitud 6,7 menggetarkan Jakarta pada Senin (4/4/2011) pukul 03:06:39 BBWI. Menurut data dari USGS, lokasi gempa berada di posisi 9,865°Lintang Selatan dan 107,612°Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Posisinya berada di kawasan selatan Jawa.
USGS juga menampilkan catatan jangkauan jarak pusat gempa adalah 426 km dari Jakarta, 324 km dari Bandung, 291 km dari Tasikmalaya, dan 224 km dari Pulau Christmas.




Sabtu, 02 April 2011

Awan Robot Sejukkan Piala Dunia Qatar

Add caption

KOMPAS — Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.
Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.

Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita.

Jumat, 01 April 2011

Batas Radius Bahaya di Jepang Meningkat

TOKYO, KOMPAS — Permukiman akan mengalami masalah serius di Jepang menyusul rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Menurut Kepala Kabinet Jepang Yukio Edano, warga dari wilayah yang terkena radiasi nuklir tidak bisa kembali sampai waktu yang belum bisa dipastikan.
"Penduduk tak bisa kembali dalam hitungan hari atau pekan. Ini akan lebih lama dari itu," ujar Yukio, Jumat (1/4/2011) di Tokyo.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi (PLTN Fukushima Daiichi) berada 240 km di utara Tokyo. Pembangkit ini rusak parah akibat gempa dan tsunami dahsyat pada 11 Maret 2011.

Sejauh ini, Pemerintah Jepang masih berupaya memperbaiki PLTN tersebut. Sementara proses perbaikan berjalan, pencemaran juga terus meluas dengan kekuatan yang semakin meningkat.

Tingkat radiasi yang terdeteksi di perairan lepas pantai sekitar PLTN Fukushima Daiichi tercatat 3.355 kali ambang batas yodium radioaktif. Walau demikian, jumlah tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia.
Pemerintah Jepang menetapkan jarak aman sampai radius 30 km dari pembangkit. Namun, menurutAljazeera, seekor sapi yang berada 70 km dari pembangkit terpapar radiasi sampai di atas batas normal.

Kamis, 31 Maret 2011

Inilah Guru Korban "Salah Kirim" Itu

JAKARTA, KOMPAS — Menurut N, seorang guru di sebuah SMP swasta di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, tunjangan fungsional non-PNS yang "salah kirim" tersebut biasanya diberikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta kepada para guru non-PNS yang belum disertifikasi. Tunjangan itu dibayarkan per tahun yang terbagi dalam empat periode.
Pada setiap periodenya, setiap guru memperoleh Rp 627.000. Jika dihitung nilai tunjangan selama satu tahun, total dana diterima oleh setiap guru mencapai Rp 2.508.000.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com di lapangan, Kamis (31/3/2011), untuk wilayah Jakarta Pusat saja setidaknya ada 326 guru dari puluhan sekolah swasta yang dituntut mengembalikan dana tunjangan fungsional guru non-PNS itu. N menambahkan, jika melewati tenggat waktu pengembalian, yaitu Rabu (30/3/2011) kemarin, para guru terancam tidak mendapatkan tunjangan lain pada waktu yang akan datang.
Seperti diberitakan Kompas.com, lantaran salah kirim, Dinas Pendidikan DKI Jakarta meminta para guru swasta di Jakarta Pusat mengembalikan dana tunjangan non-PNS yang telah diberikan kepada para guru tersebut. Para guru dituntut mengembalikan uang itu selambat-lambatnya Rabu (30/3/2011) kemarin.
Menurut N, seorang guru di sebuah SMP swasta di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, pengembalian itu memang benar terjadi dan dirinya adalah salah satu guru yang ikut mengembalikan. N menuturkan, penarikan dana tunjangan fungsional guru non-PNS itu dilakukan oleh dinas pendidikan melalui suku dinas di beberapa wilayah DKI Jakarta.
"Karena menurut aturannya, guru yang sudah tersertifikasi tidak berhak menerima tunjangan fungsional guru non-PNS," kata N, yang menolak disebutkan namanya.


Rabu, 30 Maret 2011

Kitaro Akan Mainkan Bengawan Solo?

JAKARTA, KOMPAS — Musisi jenius dunia asal Jepang, Kitaro, ternyata pernah memainkan lagu "Bengawan Solo" karya mendiang komposer dan pencipta lagu Gesang.
"Dia pernah memainkan lagu 'Bengawan Solo' saat konser di Jepang," kata Promotor Velvet Production Triadi Noor kepada Kompas.com di Menara 165, Cilandak, Jakarta, Jumat (25/3/2011).
Mengenai akankah lagu itu dibawakan Kitaro pada konsernya "The Silk Road-East & West" di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, pada 7 April 2011 nanti, Triadi belum bisa memastikan.

Menurut Triadi, gagasan tersebut sudah disampaikan kepada Kitaro. Namun, ia kelihatannya ragu karena lisensi "Bengawan Solo" tergolong mahal di Jepang, kemungkinan juga berlaku di Indonesia. "Jadi, dia lebih suka membawa lagu sendiri. Masih mempelajari kemungkinan," lanjutnya.
Mengenai kelompok musik pendukung, Triadi mengaku masih berkoordinasi dengan Kitaro. Ada usul menampilkan juga kelompok Gamelan (Karawitan Jawa). "Saya sendiri usul Dwiki Dharmawan dan Balawan. Sayang, Balawan masih di Amerika Serikat. Kemungkinan Dwiki, karena dia selain musisi muda juga virtuoso," katanya.
Saat ini, kata dia, kemungkinan-kemungkinan itu masih dibicarakan.