Senin, 28 Maret 2011

Wuih.....Bimbel Bisa Seharga Belasan Juta Rupiah

JAKARTA, KOMPAS - Sebagai upaya menghadapi Ujian Nasional (UN), para siswa melakukan pandalaman materi melalui bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah. Beberapa siswa bahkan rela mengeluarkan biaya hingga belasan juta rupiah untuk mengikuti bimbel tersebut.
Dari beberapa tempat bimbel, Bimbingan Tes Alumni (BTA) adalah salah satu tempat bimbel yang gencar menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah unggulan, khususnya yang berada di Jakarta. Khusus siswa SMA, BTA mempunyai program Jaminan Uang Kembali (Jambali). Dengan membayar biaya bimbel sekitar Rp 10 juta rupiah selama satu tahun, mereka dijamin lulus UN dan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Mereka dijamin masuk PTN. Jika tidak, 40 persen biaya bimbel akan kami kembalikan," kata Manajer Operasional BTA, Muhammad Toni, Senin (28/3/2011), di Jakarta.
Untuk Jambali, lanjut Toni, program difokuskan pada peningkatan semangat belajar siswa. BTA juga mempunyai kelas khusus untuk meningkatkan motivasi siswa.
"Semakin dekat dengan waktu ujian, semakin banyak kita memberikan treatment," papar Toni.
Adapun untuk program belajarnya, BTA membantu siswa dalam persiapan UN, men-drill soal-soal ujian, dan lebih melatih, serta menambah wawasan dengan mengupas berbagai macam tipe dan karakter soal UN. Selain itu, saat ini BTA telah bermitra dengan beberapa sekolah unggulan, seperti SMAN 70, SMAN 28, SMAN 6, SMAN 24, dan lain-lain.
Ia mengatakan, BTA secara khusus memberikan bimbingan kepada sekolah yang bermitra dengan BTA. Bimbingan diberikan pada jam-jam tertentu selama 90-180 menit di luar jam sekolah.
"Lamanya durasi bimbingan tergantung kesepakatan kami dengan pihak sekolah," kata Toni.
Sementara untuk latihan soal UN, BTA merujuk pada standar kompetensi kelulusan (SKL) yang dikembangkan dan dimodifikasi sehingga sesuai dengan standar tersebut.


Minggu, 27 Maret 2011

Waspada, Malaysia Incar Budaya Kerinci!

JAMBI, KOMPAS— Budayawan Jambi asal Kerinci, Nukman SS, mengatakan, kebudayaan dansko (sistem matrilineal dalam upacara adat Kerinci) saat ini ibarat "gadis cantik" yang tengah diincar oleh asing, khususnya oleh Pemerintah Diraja Malaysia.
"Saya melihat ada gelagat tidak tulus dari berbagai kepedulian terhadap pemeliharaan Kebudayaan Kerinci yang dilakukan Pemerintah Diraja Malaysia belakangan ini. Boleh saja kita katakan mereka saat ini tengah mengincar kebudayaan dan sko Kerinci untuk diklaim," kata budayawan Jambi asal Kerinci, Nukman SS, saat dihubungi di Jambi, Minggu (27/3/2011).
Gelagat itu, tambah Nukman, sebenarnya sudah terbaca jauh-jauh hari ketika semenjak awal 1990-an, peneliti-peneliti dari Malaysia mulai berdatangan dan didatangkan ke Kerinci membawa misi riset budaya. Hingga saat ini, Kerinci masih menjadi obyek riset budaya yang dominan oleh para peneliti negeri jiran tersebut.

"Di samping itu, perhatian lebih yang diperlihatkan Pemerintah Diraja Malaysia belakangan ini terhadap Kerinci terkesan ada niatan terselubung yang mesti diwaspadai pemkab dan masyarakat Kerinci," ujar Nukman.
Malaysia, imbuhnya, jelas-jelas sudah terlihat tengah mengincar sko atau produk-produk budaya warisan leluhur masyarakat Kerinci untuk nantinya mereka klaim sebagai budaya negeri mereka. Menurutnya, semua pihak perlu mewaspadai gelagat itu, jangan sampai terlena oleh manuver perhatian berlebihan dan iming-iming Pemerintah Malaysia.
Asumsi tersebut, tambahnya, tidak saja dari dugaan semata. Hal ini terasa lebih jika menilik berbagai kasus pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh negeri jiran tersebut sebelum ini. Kesemua klaim yang pernah mereka lakukan antara lain atas kebudayaan batik, reog, rendang, lagu "Rasa Sayange", lagu "Injit-injit Semut", angklung, dan tari pendet.
Semua klaim tersebut nyata-nyata telah memunculkan protes keras dari pemerintah dan masyarakat Tanah Air karena semua yang diklaim itu adalah budaya-budaya Indonesia yang populer di mata dunia dan diakui keberadaannya sebagai kebudayaan RI oleh Unesco. Namun, sebagai negara serumpun yang memiliki akar kultural yang sama, Indonesia tetap menjadi incaran mereka dalam membangun identitas kebudayaan negaranya.
Oleh karena itulah, mereka mulai meramu rencana dan strategi baru guna mencari cara yang aman dari protes masyarakat RI dan dunia. Salah satu caranya adalah dengan mencari negeri lain di Indonesia yang tidak terlalu populer keberadaannya, kurang diperhatikan atau dipedulikan pemerintahnya, tetapi kaya tradisi dan budaya asli.
Tentu saja negeri yang dipilih adalah negeri yang dinilai memiliki kisah kedekatan dengan mereka, baik secara kultural, maupun historis.
Para peneliti akan didatangkan dan berdatangan ke negeri tersebut dengan dalih melakukan riset. Semua itu adalah cara mereka untuk mengumpulkan atau mendata kekayaan tradisi masyarakat bersangkutan.
Langkah berikutnya, mereka akan memulai tahap pendekatan seperti salah satunya memfasilitasi berbagai fasilitas dan keperluan pengembangan kebudayaan masyarakat di negeri tersebut. Contohnya, mereka akan memberikan berbagai macam hadiah dan hibah, mulai dari bantuan bangunan fisik seperti museum, bantuan hibah finansial, pengiriman cendera mata persahabatan kepada kepala daerah bersangkutan.
Lalu berikutnya bisa dipastikan bahwa mereka akan menyusul dengan pemberian atau penobatan gelar kebangsawanan kepada tokoh di negeri tersebut secara langsung oleh Raja yang Dipertuan Agung, bisa juga dari raja-raja di negara bagiannya, bahkan dari pemerintahnya.
Setelah itu, mereka akan mencoba merancang dan merekayasa rangkaian hubungan silsilah kekerabatan sosial, kultural dan historis dengan negeri tersebut dengan Malaysia, berdasarkan berbagai temuan data dan fakta riset yang telah didapatkan para peneliti yang mereka kirim sebelum-sebelumnya.
Mereka kemudian akan memulai tahap akhir yang diawali dengan kampanye tentang rekayasa yang telah mereka susun tersebut kepada publik sehingga asumsi masyarakat bergeser kepada mereka. Sebagai pemungkasnya, mereka akan mengklaim produk budaya negeri bersangkutan yang telah mereka kumpulkan dan teliti tersebut menjadi hak milik negara mereka.
"Kerinci adalah negeri baru yang mereka incar tersebut. Alasannya, Kerinci yang memiliki banyak kebudayaan asli dan masih murni hingga kini tersebut masih terbilang negeri yang masih sangat lugu dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah pusat, dibandingkan daerah-daerah pariwisata lainnya," beber Nukman.
Terciumnya jejak sejarah kekerabatan masyarakat Kerinci dengan Malaysia telah dimulai dengan banyaknya warga Kerinci yang jadi perantauan di Malaysia. Hal ini sudah berlangsung dari zaman nenek moyang mereka dulu.
"Karena itulah, langkah pendekatan mereka kini sudah lebih meningkat ke tahap lanjutan, yakni dengan memulai menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada Kerinci. Indikasinya adalah hadiah atau hibah bangunan Museum Kebudayaan Kerinci yang dibangun di Malaka, khusus untuk menampung kebudayaan masyarakat Kerinci. Bupati Kerinci telah diundang Diraja Malaysia untuk meresmikan keberadaan museum tersebut pada April mendatang," ungkap Nukman.
Nanti, tambahnya, keberadaan museum tersebut membuka peluang bagi mereka untuk secara aman menarik atau memindahkan keberadaan sko-sko dari Umah Gdang, rumah adat penyimpanan skodesa-desa di Kerinci, yang sebelumnya sangat tertutup dan dijaga dengan sangat ketat oleh pkaum.Berikutnya, tambahnya, bisa dilihat pada saat momentum ketika pihak pemerintah dan atau Diraja Malaysia akan memberikan cindera mata atau bahkan mungkin akan menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada Bupati seperti langkah ketiga, untuk menyanjung sekaligus mengikat Kerinci.
Saat itu juga dipastikan akan mulai dikampanyekan mengenai bagaimana hubungan kedekatan dan kekerabatan Malaysia-Kerinci sehingga pejabat daerah Kerinci merasa sangat tersanjung dan merasa mendapat apresiasi yang selama ini tidak mereka dapatkan dari Pemerintah RI.
"Itulah strategi menuju invasi pengklaiman yang akhirnya akan mereka lakukan. Gelagat itu sudah jelas terbaca. Pasalnya, hal serupa juga sudah sering mereka lakukan tehadap daerah-daerah lain sebagai cara awal pra-pengklaiman terjadi, seperti terhadap Pemerintah Sumbar, Aceh, Sumsel, Riau, dan terakhir Jambi," sebut Nukman.
Namun, selama mereka gagal karena kuatnya proteksi kebudayaan oleh sistematika adat daerah bersangkutan, tidak ada celah bagi mereka untuk melakukan klaim. Beberapa kebudayaan memang berhasil mereka klaim, seperti motif songket Pucuk Rebung Riau yang berhasil mereka curi dan terjemahkan dalam bentuk bangunan, yakni kubah Menara Kembar tertinggi di dunia yang kini menjadi ikon Malaysia.
"Sementara itu, beberapa bentuk kebudayaan lainnya termasuk rendang dari Padang, gagal mereka klaim. Khusus untuk invasi tahap kedua yang obyeknya adalah Kerinci, sepertinya mereka berpeluang besar untuk berhasil mendapatkan klaim baru terhadap beberap sko asli masyarakat Kerinci, khususnya terhadap naskah-naskah kuno Kerinci," kata Nukman.
Oleh karena itulah, ia mengingatkan pemkab dan masyarakat Kerinci untuk mewaspadai berbagai iming-iming berbuntut tipu daya yang ditunjukkan Malaysia.
"Jangan sampai nantinya ditemukan produk budaya asli masyarakat Kerinci yang berpindah tangan ke negeri jiran yang mungkin saja jadi ikon kebudayaan mereka yang baru. Pemerintah pusat melalui Kemenbudpar juga harus turut membantu memantau gelagat tersebut. Bahkan, Budpar wajib membantu masyarakat Kerinci melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya sehingga terproteksi dari klaim negara lain yang mengancam," tandasnya.


Pasha-Adel Jadi Pengantin Baru

BANDUNG, KOMPAS -- Vokalis grup Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, kini resmi sudah menjadi suami Adelia Wilhelmina atau Adel. Ia mengucap ijab kabul di Gedung Serbaguna Graha Batununggal Indah, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/3/2011) pagi.
Pasha tampak lancar mengucap ijab kabul sambil menjabat tangan ayah Adel, Yanceu Fery, sebelum mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang bertindak sebagai saksi, menyatakan duda anak tiga itu sah menjadi suami Adel. Pasha, yang semula tegang,  bernapas lega.

Adel lalu oleh penghulu diperkenankan untuk menyalami dan mencium tangan mantan suami Okie Agustina Sofyan tersebut. Sementara itu, di luar gedung, ratusan tamu mulai mengantri untuk masuk ke dalam ruang resepsi. Berlangitkan kain ungu dan putih, para tamu terlihat sabar menunggu giliran untuk memberi selamat kepada pasangan pengantin baru tersebut. "Selamat menempuh hidup baru buat Pasha dan Adel," kata salah satu tamu.

Kitaro Bawa 3 Ton Alat ke Jakarta

JAKARTA, KOMPAS — Kitaro, musisi multiinstrumental dunia asal Jepang, akan datang ke Jakarta. "Tak tanggung-tanggung, dia datang dengan membawa 3 ton alat musik," papar Triadi Noor, promotor konser, Jumat (25/3/2011) di Cilandak, Jakarta.

Sebagai sosok multiinstrumentalis, Kitaro dapat memainkan banyak alat musik. "Dia dapat memainkan gitar, keyboard, harmonika, dan utamanya genderang dan alat tabuh, yang kebanyakan merupakan alat musik tradisional Asia dari Jepang dan China," Triadi menjelaskan.

Salah satu alat musik tersebut adalah gunzheng, kecapi dari China. Permainan Kitaro meneduhkan, instrumental, dan termasuk lagu-lagu new age. "Kami menanggung juga biaya kargo bawaan alat-alat musik tersebut," tambah Triadi.


Untuk mendatangkan Kitaro cukup berat, termasuk dari sisi ongkos. "Oleh karenanya, kita bekerja sama dengan promotor dari Singapura dan Malaysia," terangnya.

Setelah Jakarta, Kitaro akan konser di Singapura dan Kuala Lumpur. Konsernya ke Jakarta adalah bagian dari tur dunianya yang bertemakan "The Silk Road-East & West". Konser akan diadakan di Plenary Hall, JCC, Kamis, 7 April 2011. Selamat live in Jakarta, Kitaro!


Kamis, 24 Maret 2011

Ada yang Mau Membantu PSM Undip?

JAKARTA, Kompas - Paduan Suara Mahasiswa Universtas Diponegoro (PSM Undip) berharap uluran tangan para alumni dan masyarakat Indonesia untuk membantu anggotanya, Muhammad Febriyanto (21), yang sedang terkena musibah di Vietnam. Di negara tersebut, kontingan PSM Undip baru saja meraih juara umum pada "1st Vietnam International Choir Festival", 16-19 Maret di Hoi An.
Dalam siaran persnya pihak PSM Undip mengungkapkan, pada 12 Maret 2011-21 Maret tim tersebut mengikuti "1st Vietnam Internasional Choir Festival & Competition" di Hoi-An, Vietnam. Tim berangkat mewakili universitas, yaitu Undip, Provinsi Jawa Tengah, serta Indonesia.
Dengan segala keterbatasan yang ada, tim Undip berangkat dengan harapan bisa mengharumkan nama Indonesia dan almamaternya. Mulai dari proses yang begitu panjang, baik itu persiapan perlengkapan, fasilitas, dan kondisi finansial seadanya, kontingen PSM Undip tetap gigih untuk berangkat mengikuti festival tersebut.
Selama enam bulan terakhir ini, tim PSM Undip mampu meraih 4 predikat di 4 kategori, yaitu Champion Winner with Gold Medal Mixed Choir, Champion Winner Gold Medal Female Choir, Gold Medal folksong, dan Silver Medal Sacred choir. Puncaknya, tim Undip sukses menggondol predikat Champion of Champion atau juara utama di festival tersebut. Tim ini berhasil mengalahkan peserta dari beberapa negara asal Asia dan Eropa.

Namun, di balik hadiah indah tersebut, tim PSM Undip mendapatkan cobaan yang cukup berat dan sampai saat ini belum bisa mereka lewati. Ketua kontingen mereka, Muhammad Febriyanto, mahasiswa Jurusan Gizi angkatan 2007, jatuh sakit. Febri harus dirawat di ICU salah satu rumah sakit di Da Nang. Ia didiagnosa menderita radang selaput otak dan pneumonia atau radang paru-paru.
Terhitung, sampai saat ni biaya yang diperlukan berkisar Rp 100 juta itu pun hanya untuk biaya pengobatan di Vietnam saja. Dua rekan Febri dari PSM Undip yang pun kebingungan karena biaya untuk hidup sehari-hari di Vietnam tidak ada.
Sejauh ini, pihak KBRI hanya bersedia memfasilitasi tiket kepulangan tiga anggota PSM Undip, termasuk Febri. Tetapi, untuk biaya rumah sakit yang tidak sedikit dan juga fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya, belum ditemukan jalan keluar.
"Untuk itu kami ingin mengetuk hati para alumni, pemangku jabatan dan masyarakat yang sedianya mampu dan berkenan membantu masalah yang sedang kami hadapi ini. Karena tanpa kegigihan Febri dalam memimpin dan berjuang sehingga mampu berangkat ke Vietnam, kami tak akan bisa mengharumkan nama bangsa," ucap Jimmy Aritonang, anggota PSM Undip dalam siaran pers yang dikirimkan ke Kompas.com, Selasa (22/3/2011).
Disebutkan, pihak KBRI dan pihak Rektorat UNDIP tak bisa membantu banyak untuk masalah tersebut. Sementara itu, orang tua Febri hanya pengusaha pesanan roti kecil-kecilan di kampungnya di Pekalongan dan sangat bingung dengan cobaan yang berat yang menimpa anaknya itu.
Seperti diberitakan di Kompas, Rektor Universitas Diponegoro Semarang Sudharto P Hadi sedang mengupayakan pemindahan perawatan Febri dari Da Nang ke Ho Chi Minh. Harapannya, pemindahan tersebut memberikan penanganan yang lebih baik bagi Febriyanto.
"Soal biaya, nanti kami tanggung sama-sama antara Undip dan KBRI," ucap Sudharto.


Minggu, 20 Maret 2011

Hal-hal Simpel yang Bikin Masalah pada Mata

Mata merupakan indera penglihatan yang kita butuhkan untuk beraktivitas. Meski perannya penting dalam kehidupan, kadang kita lupa untuk menjaga kesehatan indera yang satu ini. Spesialis mata, dr Gitalisa Andayani, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan 3 hal yang bisa mengganggu kesehatan mata: health, habit,dan hormones.

"Gangguan mata bisa terjadi akibat adanya masalah health(kesehatan), seperti kekurangan nutrisi, alopesia, trauma, infeksi, atau penyakit berat. Ini bisa pula terjadi karena masalah habit (kebiasaan), misalnya mengucek mata, higienitas yang kurang, atau malas membersihkan mata. Bisa pula terjadi akibat perubahan hormonal," urai dr Gita saat konferensi pers peluncuran Renewal Lash Serum dari L'Oreal, Rabu, 16 Maret 2011, di Decanter Wine House. 
Menurut dr Gita, salah satu masalah mata yang paling umum terjadi adalah akibat lensa kontak. "Lensa kontak nomor satu penyebab masalah pada mata yang berkaitan dengan kecantikan. Utamanya masalah iritasi. Bagaimanapun juga, lensa kontak adalah benda asing. Lensa kontak bisa mengakibatkan kontak kronis dengan kelopak danconjunctiva (bagian putih mata), juga kornea. Hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi kornea, conjunctiva, dan iritasi ringan. Biasanya, pada pengguna lensa kontak, bila kelopak mata dibalik, maka kita akan melihat bintil-bintil di dalamnya. Itu disebabkan oleh iritasi. Hal-hal seperti itu perlu diwaspadai saat menggunakan lensa kontak."

Menurut dr Gita, bagi pengguna lensa kontak, kuncinya ada di perawatan dan penggunaan yang tepat sesuai saran pemakaian yang tertera pada pembungkus kontak lensa. Jangan sampai salah penggunaan karena beda tipe beda rekomendasi penggunaan. Idealnya, saat malam, kontak lensa dilepas. Pemakaiannya juga perlu disesuaikan dengan lingkungan kerja, apalagi saat dekat dengan wilayah berdebu. Jika demikian, bisa timbul lebih banyak masalah ketimbang pengguna lensa kontak di kantoran. Kalaupun terkena, begitu sampai di rumah, langsung rendam lensa kontak dengan cairan pembersih khususnya.

Keluhan umum lain yang ditemukan oleh para praktisi kesehatan mata menurutnya adalah masalah dry eyes syndrome. "Dry eyes syndrome juga merupakan keluhan yang sering dikeluhkan. Ini adalah kondisi mata yang mengalami kekeringan kronis, iritasi mata, bukan penyakit infeksi. Mata merah juga bukan (penyakit infeksi). Namun, ada rasa tidak nyaman. Ada yang bilang rasanya perih, berair, sepat, kelilipan, dan keluhan-keluhan tak spesifik lainnya. Namun kalau kita lihat secara langsung ke bola mata, tidak ada masalah. Biasanya itu terjadi karena polusi, paparan sinar matahari, iritasi karena lensa kontak, usia lanjut, terkena paparan AC terlalu lama, jarang berkedip akibat beraktivitas terlalu konsentrasi di depan monitor (memperlama periode refleks antarkedip yang seharusnya 6-7 detik sekali)."

Tips menjaga kondisi mata:
- Rekomendasi dari dr Gita adalah melakukan pengecekan kesehatan mata kepada pihak yang terpercaya, setidaknya 1-2 tahun sekali. Ini diperlukan karena banyak penyakit mata yang terjadi tanpa gejala. Jangan sampai datang ke dokter dengan keadaan yang sudah sangat bermasalah. Kalau untuk yang di atas 40 tahun, lebih bagus setiap tahunnya mengecek kesehatan mata.
- Menjaga kebersihan mata, selalu menghapus make up mata sebelum tidur, hindari menggosok mata dengan tangan atau benda kasar dan berbahaya lainnya.
- Selektif dalam memilih produk mata. Selalu pilih produk dari merek tepercaya dan sudah melalui uji klinis.
- Hati-hati dalam mengaplikasikan make up, hindari kontak dengan bola mata secara langsung. Hindari pinjam-meminjam alat-alat kosmetik mata dengan siapa pun. Selalu perbaharui kosmetik mata setiap 6 bulan sejak pertama dibuka.
- Kurangi paparan berbahaya terhadap mata, seperti uap panas, tempat berdebu, sinar UV, dan benda-benda yang berbahaya. Sangat disarankan untuk menggunakan kacamata hitam dengan kemampuan melindungi diri dari sinar UV saat ada di luar ruangan. Negara tropis, seperti negara Indonesia, memiliki angka katarak sangat tinggi yang bisa diakibatkan oleh sinar matahari. Selalu mengenakan kacamata pelindung setiap bekerja dengan benda tajam atau benda kecil yang bisa terselip dan terpental mengenai mata.
- Hindari stres berlebih, rokok, dan konsumsi obat-obatan berlebihan.
- Seimbangkan asupan sehari-hari, seperti vitamin A, B, C, E, beta karoten, dan antioksidan. Jangan lupa banyak minum supaya bisa menjaga keseimbangan air pada mata.
- Pastikan istirahat dengan cukup serta membatasi tatapan terhadap monitor.



Jumat, 18 Maret 2011

Reaktor Nuklir Fukushima Pensiun Din

JAKARTA, KOMPAS - Masalah di reaktor nuklir Fukushima unit 1 di Jepang setelah diguncang gempa bermagnitud 9 pekan lalu masih belum teratasi. Ketakutan masyarakat terus meningkat terkait risiko radiasi meski jauh lebih kecil pengaruhnya ketimbang bom Nagasaki dan Hiroshima apalagi ledakan Chernobyl.
Fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang terdiri dari enam unit reaktor tersebut memang berusia uzur. Jika ledakan tak terjadi di bangunan reaktornya, sebenarnya reaktor di Fukushima 1 Unit 1 akan pensiun. Sesuai jadwalnya, reaktor tersebut memang sudah akan pensiun bulan ini.
"Tapi Tuhan sepertinya menghendaki lain. Reaktor itu seperti dipaksa pensiun duluan," ungkap Dr Ferhat Aziz, pakar teknik nuklir yang juga Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Rabu (16/3/2011).

Dijadwalkan, Reaktor Fukushima 1 Unit 1 akan pensiun tanggal 26 Maret 2011 mendatang. Reaktor yang tergolong jenis Boiling Water Reactor (BWR) generasi kedua ini telah beroperasi sejak Maret 1971, atau sekitar 30 tahun.
Gempa dan tsunami yang menghantam Jepang, Jumat (11/3/2011) yang lalu, mengakibatkan gangguan pada sistem pendingin. Muaranya adalah terjadinya ledakan hidrogen di secondary containtmentbangunan reaktor tersebut di bagian atas. pelindung reaktornya sendiri sementara masih aman meski upaya mendinginkan masih terus dilakukan dari darta maupun udara.
Fukushima 1 sendiri memiliki 6 unit reaktor yang seluruhnya sudah dioperasikan sejak tahun 1970-an. Selain Fukushima 1 Unit 1, reaktor Unit 3 sebenarnya juga telah dijadwalkan pada 26 Maret 2016 mendatang.