Jumat, 17 Desember 2010

Loket Ditutup, Penonton Mengamuk

JAKARTA, KOMPAS— Sebanyak ratusan penonton mengamuk di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (18/12/2010). Mereka mengamuk karena loket penjualan tiket semifinal Indonesia-Filipina ditutup.
Penonton tersebut terus berteriak-teriak agar loket dibuka. "Buka-buka...!" seru mereka.
Ratusan penonton juga melampiaskan kekecewaannya dengan merusak pagar dan melempari kantor PSSI. Hingga berita ini diturunkan, para calon penonton masih berkumpul di depan kantor PSSI meminta agar loket dibuka.

Sebelumnya, panitia memang tidak melayani pemesanan tiket. Pemberitahuan tertulis terkait ketiadaan tiket itu diketahui baru ditempelkan pada Sabtu pagi sehingga orang-orang itu tidak memahami adanya pemberitahuan itu. Antrean yang banyak memang terjadi sejak Jumat kemarin sehingga hari ini penjualan dihentikan.




Rabu, 15 Desember 2010

Vespa Kembali ke Indonesia

JAKARTA, KOMPAS — Setelah mitra bisnisnya PT Danmotor tidak lagi aktif, produsen Vespa, Piaggio SpA, berencana kembali ke Indonesia pada pertengahan tahun depan. Kali ini Piaggio akan menggandeng perusahaan yang mengimpor dan menjual produknya di Indonesia saat ini, yaitu PT Sentra Kreasi Niaga.
"Sekarang prinsipal (Piaggio SpA) sedang mempersiapkan perusahaan baru di Indonesia. Kalau lancar, mulai semester kedua tahun depan akan beroperasi. Mereka fokus untuk memasarkan model yang diproduksi di Vietnam," ujar Nugroho Tjandrakusuma, Presiden Direktur PT Sentra Kreasi Niaga atau SKN.
Ditambahkan, Piaggio sebelumnya pernah membicarakan kelanjutan bisnisnya dengan Danmotor. Hasil akhirnya, produsen skuter asal Italia itu memilih jalan sendiri. Dijelaskan pula, SKN nanti bukan lagi importir dan distributor eksklusif, melainkan dealer utama.
"Sampai sekarang belum diputuskan. Kami mengajukan jadi dealer utama untuk Jakarta, Jawa Barat, dan Bali," ungkapnya.


Bosanova Jawa I,2,3,4 Full Album Download

Bosanova Jawa I,2,3,4 Full Album DownloadMusik bosas atau juga dikenal dengan bosanova aslinya memang dari latin sono, namun dengan kreativitas anak negeri, tembang jawa yang aslinya diiringi dengan alunan keroncong atau campursari mampu dibawakan dengan apik ketika berpadu dengan lirik jawa.

MUSIK bosanova dengan lirik berbahasa Jawa? Mengapa tidak? Itu sebuah terobosan baru untuk mengubah stereotype, bahwa lagu-lagu Jawa selalu ada di wilayah campursari, langgam keroncong, dan atau dangdut.

''Kami akan buktikan, bahwa lagu berbahasa jawa bisa dikemas dalam musik bosanova yang selama ini selalu berbahasa latin,'' kata Wandy Gaotama J dari IMC Duta Record, yang sedang menyiapkan album Bossanova Jawa II.

Album semi-jazz yang dikerjakan oleh beberapa musikus Semarang itu, Kamis (9/10) malam besok akan diluncurkan dengan menghadirkan penyanyi jazz Mus Mujiono. Pentas bertitel ''A Mild Octo Jazz'' itu, berlangsung di Kafe Segara, Hotel Graha Santika Semarang, mulai pukul 21.00 WIB.

Disadari, karena bosanova masih bersaudara dengan jazz yang bukan musik industri, maka ia harus berhati-hati memasarkan album itu. ''Ini mengejutkan, di toko-toko kaset, album bosanova Jawa pertama bisa nangkrong di deretan kategori pop-jazz, dan bukan musik tradisional,'' kata Wandy yang selama ini memproduseri penyanyi Didi Kempot tersebut.

Itulah sebabnya, ia tertantang menerbitkan album kedua. Terbosan berani itu dilakukannya sejak 2002, saat ia meluncurkan album Bossanova Jawa I. Pada album ke dua itu, semua lagu masih diambil dari lagu-lagu berbahasa Jawa yang menjadi hit, seperti "Layang Kangen", "Mawar Biru", dan "Gambang Semarang".

Berbeda dengan album pertama yang lebih banyak digarap secara programable, album kedua itu lebih natural; banyak melibatkan musikus yang bermain secara live. Para musikus itu, diambil dari personel band-band ternama di Kota Semarang, seperti dari Progressio, Unieq Band, dan Bud'n Friends.

Jika album itu lebih mementingkan aspek musikalnya, itu karena aranjernya -Hartono- ingin mendekati real bossas. Itulah sebabnya, ada beberapa instrumen musik yang dihadirkan secara live, misalnya gitar, bas, saksofon, dan perkusi. Sementara itu untuk drum, masih mengandalkan program; namun aksentuasi ke rhythm bosanova tetap ada. Operator yang dipegang Totok JBL, sangat berperan.

Pada album ke dua itu, dihadirkan penyanyi Donna, Wening, dan Widya. Sedangkan additional player dihadirkan Anang (bas), Awig (gitar), Rifai (saksofon), dan Bambang Progressio (conga, perkusi). (Iss-41)

source: Suara Merdeka Rabu,8 Oktober 2003
 Bossanova Jawa I
Date upload: 31/12/08
Size: 39.52MB
Tracks:
1) Bocah Ndeso
2) Isih Tresno
3) Janjimu
4) Keno Godho
5) Lingsir Wengi
6) Pupus Tresno
7) Stasiun Balapan
8) Tanjung Mas Ninggal Janji
9) Terminal Tirtonadi
10) Wengi Sepi

http://www.indowebster.com/Bossanova_Jawa_I.html


Bossanova Jawa II
Date upload: 01/02/09
Size: 88.12MB
Tracks:
1) Bengawan Solo
2) Gambang Semarang
3) Getuk
4) Iklas
5) Kasmaran
6) Ketaman Asmoro
7) Layang Kangen
8) Lingso Tresno
9) Mawar Biru
10) Tangise Ati

http://www.indowebster.com/Bossanova_Jawa_II.html

Bossanova Jawa III
Date upload: 01/02/09
Size: 77.89MB
Tracks:
1) Caping Gunung
2) Cinta Tak Terpisahkan
3) Kucung
4) Kusumaningati
5) Nagih Janji
6) Nandang Bronto
7) Sewu Kuto
8) Tanjung Perak
9) Walang Kekek
10) Wong Cilik

http://www.indowebster.com/Bossanova_Jawa_III.html


Track List:


1. Tangise Ati
2. Layang Kangen
3. Gambang Semarang
4. Ikhlas
5. Kasmaran
6. Linggo Tresno
7. Mawar Biru
8. Bengawan Solo
9. Ketaman Asmoro
10. Gethuk
11. Sebelum Aku Mati
12. Seto Ohoshi
 http://www.indowebster.com/New_Bossanova_Java.html
Password RAR: www.gunawanrudy.com
Download:
Bosanova Jawa edisi I
Bosanova jawa Edisi 2
Bosanova jawa edisi 3
Bosanova jawa edisi 4

Selasa, 14 Desember 2010

Pembatasan BBM Tidak Jadi Januari 2011

JAKARTA, KOMPAS— Komisi VII DPR menyepakati pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap, yang dimulai jenis premium di wilayah Jabodetabek, dilakukan akhir Maret 2011.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di Jakarta, Selasa (14/12/2010) dini hari.
Komisi VII DPR meminta pemerintah melakukan kajian teknis pembatasan dan disetujui komisi terlebih dahulu pada masa sidang berikutnya, yakni Januari 2011, sebelum memulai pelaksanaannya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya berlangsung hampir 14 jam, yakni sejak Senin (13/12/2010) pukul 10.30 WIB hingga selesai Selasa pukul 00.10 WIB, dengan diselingi tiga kali skors.
Pada awal rapat Hatta mengajukan pembatasan BBM subsidi secara bertahap yang dimulai di wilayah Jabodetabek untuk jenis premium pada minggu ketiga Januari 2011.
Namun, sebagian besar anggota Komisi VII DPR menilai pembatasan belum siap dilakukan mulai Januari 2011.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Nur Yasin, mengatakan, program pembatasan memerlukan kajian yang memadai. "Selain kesiapan infrastruktur, kami melihat sosialisasi tidak cukup kalau dimulai Januari 2011," katanya. Menurut dia, pemerintah mesti belajar dari kasus konversi elpiji.
Hal senada dikemukakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PPP, M Romahurmuziy. "Kami setuju pembatasan BBM yang merupakan amanat UU APBN 2011. Tapi, bukan Januari 2011," ujarnya.
Ia juga menambahkan, program tersebut memerlukan kesiapan empat hal terlebih dahulu, yakni infrastruktur, pelaksana lapangan, sosialisasi, dan antisipasi penyalahgunaan.
Hatta mengatakan, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) siap melaksanakan pembatasan tersebut mulai akhir Maret 2011. Menurut dia, kebijakan subsidi dilakukan dengan dua pendekatan, yakni berkeadilan berupa perlindungan rakyat yang tidak mampu dan ketersediaan anggaran. "Pemerintah bisa saja menutup kebutuhan subsidi dengan anggaran yang ada, tapi instrumen keadilannya terabaikan," katanya.
Ia menambahkan, kebijakan pembatasan selalu memiliki risiko, tetapi harus dilakukan demi sesuatu yang lebih baik.
Hatta juga mengatakan, pembatasan ini merupakan amanat UU Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011 yang meminta pemerintah mengatur pemakaian BBM subsidi secara bertahap agar lebih tepat sasaran.
Sesuai dengan amanat APBN 2011, kuota BBM subsidi ditetapkan 38,6 juta kiloliter, sementara diperkirakan realisasinya melebihi angka kuota sehingga memerlukan pengaturan.
Darwin menambahkan, dampak inflasi pembatasan tidak terlalu mengkhawatirkan karena dilakukan bertahap dan mobil pribadi. "Tambahan inflasi langsung akibat pengaturan BBM di Jabodetabek mencapai 0,15 persen dan Jawa-Bali di luar Jabodetabek 0,29 persen," ujarnya.
Agus Martowardojo mengatakan, penggunaan dana penghematan subsidi yang didapat dari program pembatasan akan dibicarakan dalam pembahasan RAPBN Perubahan 2011.


Senin, 13 Desember 2010

Uang Tak Dapat Membeli Kebahagiaan


KOMPAS — "Uang tak dapat membeli kebahagiaan." Banyak orang suka mengutip adagium usang ini, tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar meyakininya. Namun, sekarang sebuah penelitian baru oleh ekonom yang dijuluki "ayah dari studi-studi kebahagiaan" telah menemukan bahwa hal ini benar adanya.
Hasil studi Prof Richard Easterlin dari University of Southern California, AS, yang mengambil sampel 37 negara menemukan bahwa peningkatan kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kekayaan. Walau studi-studi jangka pendek memperlihatkan adanya hubungan antara keduanya, tidak demikian halnya ketika seseorang memantau negara-negara itu selama beberapa dekade.

Bahkan, dalam perekonomian dunia yang paling sukses selama dua dekade terakhir, hal itu tidak terbukti. Di China, Korea Selatan, dan Cile, yang memiliki pendapatan per kapita dua kali lipat dalam waktu kurang dari 20 tahun, tidak ada kenaikan yang signifikan dalam kebahagiaan pada periode yang sama. Sebaliknya, kebahagiaan tetap datar. Di Korea Selatan "kepuasan hidup" malah sedikit melorot.
Prof Easterlin berkomentar, "Artikel ini menyangkal klaim baru-baru ini bahwa ada hubungan positif jangka panjang antara kebahagiaan dan pendapatan, padahal dalam kenyataannya, hubungan tersebut nihil."
Tahun 1974 ia menerbitkan sebuah makalah berjudul, "Apakah Pertumbuhan Ekonomi Memperbaiki Nasib Manusia? Sejumlah Bukti Empiris". Dalam makalah itu, ia mempertanyakan asumsi tentang hubungan antara kebahagiaan dan pendapatan. Hal tersebut menyajikan sebuah paradoks, yang kemudian dikenal sebagai Paradoks Easterlin.
Ia menjelaskan, "Secara sederhana, paradoks kebahagiaan-pendapatan itu begini: pada suatu titik dalam suatu masa baik di antara dan di dalam negara-negara, kebahagiaan dan pendapatan berkorelasi positif. Namun, seiring berjalannya waktu, kebahagiaan tidak meningkat ketika pendapatan suatu negara meningkat."
Oleh karena itu, sejumlah ekonom kemudian mengajukan bukti bahwa kebahagiaan dalam kenyataannya meningkat dari waktu ke waktu ketika pendapatan naik. Namun, bukti akademik berdasarkan studi terbarunya selama lima tahun, yang memantau negara-negara kaya dan miskin, termasuk negara-negara kapitalis dan bekas komunis, bertentangan dengan penelitian para ekonom itu.
Kesimpulan Prof Easterlin itu muncul pada saat semakin banyak pemerintah yang menjadi kian peduli dengan "kebahagiaan nasional bruto" ketimbang "produk domestik bruto" semata. Penelitiannya itu dipublikasikan minggu ini di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.


Minggu, 12 Desember 2010

Layar Video Disiapkan, Cut Tari Pasrah

BANDUNG, KOMPAS — Presenter Cut Tari mengaku pasrah terkait dengan rencana jaksa penuntut umum menayangkan video adegan ranjang, yang diakuinya dilakukan olehnya berdua dengan terdakwa Nazriel Irham atau Ariel, di  ruang sidang Pengadilan Negeri Bandung, Senin (13/12/2010).
"Saya sebenarnya tidak suka. Tapi, ya bagaimana lagi karena ini bagian dari proses yang harus dilalui," kata Cut Tari di ruang sidang. "Saya harus menguatkan mental untuk melihatnya lagi," lanjutnya.

Sebuah layar telah disiapkan di ruang sidang. Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Cut Tari, memastikan bahwa layar itu untuk penayangan video seks kliennya dengan "Ariel". "Emang lo pikir mau nonton dangdut," ujar Hotman ketika ditanya oleh para peliput sebelum sidang tertutup tersebut.
Sementara itu, suami Cut Tari, Johannes Joesoef Soebrata, menyayangkan rencana penayangan kembali video itu meskipun cuma dalam sidang. "Gunanya apa? Kita tak mau menjadi sangat berlebihan. Kita sudah saling mengerti semua kok. Sudah cukup juga istri dan keluarga menerima dampaknya yang signifikan," ujar Joesoef.
Di luar soal penayangan kembali video itu, Hotman menegaskan bahwa kliennya akan berbicara sejujurnya dan menceritakan apa yang ada pada berita acara pemeriksaan (BAP). "Enggak ada strategi, dia mau ngomong sejujurnya aja," katanya.
Delapan saksi akan dimintai keterangan dalam kasus video-video seks dengan terdakwa Ariel. Selain Cut Tari, artis dan model yang kekasih Ariel, Luna Maya, dan Andika, mantan pemainkeyboard Peterpan yang sekarang menjadi personel The Titans, juga akan menjadi saksi.
Menjelang sidang keempat itu, Luna belum terlihat. Sementara itu, saksi-saksi lainnya sudah berada di dalam ruang sidang.


Waspada, Angka Kemiskinan Capai 13,3 Persen!

JAKARTA, KOMPAS - Tercatatnya angka kemiskinan RI yang mencapai 13,3 persen, perlu diwaspadai. Pasalnya, angka tersebut terlalu mepet dengan level tertinggi dari rangeyang ditargetkan Pemerintah.

"Kalau kemiskinan kan 13,3 persen. Ini yang perlu diwaspadai, karena dia masih mepet pada range atas. Range angka kemiskinan itu 12,5 persen sampai 13,5 persen," ujar Direktur Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prasetijono Widjojo, akhir pekan lalu.
Prasetijono mengungkapkan, seharusnya angka kemiskinan itu bisa ditekan setidaknya mendekati range bawah yang sebesar 12,5 persen. Untuk menekan itu, maka Pemerintah perlu berupaya keras dengan menelurkan program-program pengentasan kemiskinan.

Saat ini, pemerintah telah berupaya untuk mengarahkan agar pekerja sektor informal bisa masuk ke formal. "Caranya dengan meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan, training, dan sebagainya sehingga dia masuk ke sektor formal," terangnya.

Dengan demikian, jika persoalan tenaga kerja bisa diatasi dengan baik, maka dampaknya angka kemiskinan itu akan turun. "Setiap 1 persen pertumbuhan itu bisa menciptakan sekitar 400.000 kesempatan kerja. Ini yang perlu menjadi perhatian," tutupnya.