Sabtu, 05 Februari 2011

Adjie Massaid dan Kematian Mendadak

Kompas — Politisi Partai Demokrat dan mantan aktor Adjie Massaid meninggal mendadak di usia 43 tahun usai bermain futsal. Dugaan kuat, Adjie meninggal karena serangan jantung, terlebih sebelumnya ia terlihat sehat.
Belum ada keterangan resmi soal penyebab kematian Adjie. Namun, peristiwa kematian mendadak adalah peristiwa yang lazim terjadi.
Kematian mendadak yang dalam bahasa Inggris disebut sudden cardiac death, didefinisikan sebagai kematian yang tidak terduga atau proses kematian yang terjadi cepat, yaitu dalam waktu 1 jam sejak timbulnya gejala. Penyebab utama kematian mendadak adalah karena gangguan irama jantung (aritmia).

"Aritmia jantung adalah jantung berdenyut secara tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Ketika kita melakukan aktivitas yang berat kecepatan denyut bisa meningkat hingga 200 sampai 300 denyut per menit," kata dr.Aulia Sani, Sp.JP (K), ahli jantung dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta ketika dihubungi Kompas.com.
Ia mengatakan, jantung yang berdenyut sangat cepat mengganggu kemampuan jantung memompa secara benar, bahkan berhenti. "Karena tidak ada darah yang dipompa maka jantung akan berhenti bekerja," paparnya.
Aritmia bisa terjadi begitu saja tanpa sebab atau akibat sesuatu yang merangsang, seperti stres, tembakau, atau aktivitas fisik. "Pada saat berolahraga, otot jantung membutuhkan oksigen sebanyak-banyaknya. Bila kebutuhan itu tidak terpenuhi, misalnya karena gangguan pompa atau penyumbatan pembuluh darah, akibatnya fatal," ungkapnya.
Selain gangguan aritimia jantung, penyakit jantung koroner juga bisa menyebabkan kematian mendadak. "Yang paling sering, ada penyempitan yang signifikan pada pembuluh koroner yang sangat vital mengurusi dua pertiga aliran darah ke jantung. Bisa juga karena ada plak yang tidak stabil lalu lepas dan menyumbat pembuluh darah sehingga terjadi gangguan sirkulasi," katanya.
Plak yang menyumbat jantung itu terdiri dari lapisan keras yang terbentuk dari lemak atau kolesterol.
Aulia juga menambahkan, serangan jantung merupakan keadaan darurat medis. "Dalam waktu satu jam sejak terjadinya serangan, pasien sudah harus berada di rumah sakit. Jika dilakukan secepat mungkin, dokter masih bisa melakukan balonisasi primer sehingga nyawa pasien bisa tertolong," pungkasnya.


Kamis, 03 Februari 2011

NASA Temukan 54 Planet Serupa Bumi

WASHINGTON, KOMPAS - Perburuan planet-planet ekstrasurya atau di luar tata surya yang mirip Bumi dan mendukung kehidupan terus dilakukan. Teleskop luar angkasa Kepler milik Badan Antariksa AS (NASA) dirancang secara khusus untuk mencari planet-planet seperti itu.
"Hanya dalam waktu setahun meneropong sebagian kecil galaksi kita, Kepler berhasil menemukan 1.235 planet di luar tata surya kita. Yang mengejutkan, 54 di antaranya kemungkinan dapat dihuni manusia, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin," kata William Borucki, kepala ilmuwan yang terlibat dalam misi Kepler, Rabu (2/2/2011) malam waktu AS.

Dari 1.235 planet baru yang terdeteksi, 68 di antaranya seukuran Bumi, 288 super Bumi, 662 seukuran Neptunus, 165 seukuran Jupiter, dan 19 lebih besar dari Jupiter. Sementara dari 54 planet yang ditemukan di zona orbit yang mendukung kehidupan, 5 di antaranya seukuran Bumi dan sisanya antara super Bumi atau dua kali ukuran Bumi hingga seukuran Jupiter.
"Kami mulai dari nol ke 68 kandidat planet seukuran Bumi dan dari nol hingga 54 kandidat di zona yang mendukung kehidupan, sebuah wilayah di mana air dalam bentuk cair mungkin ada di permukaan planet. Beberapa kandidat mungkin juga memiliki bulan dengan air dalam bentuk cair," jelas Borucki.
Penemuan planet yang mendukung kehidupan sebanyak 54 buah merupakan jumlah yang sangat banyak. Sejauh ini bahkan bisa dikatakan belum pernah ditemukan planet ekstrasurya yang benar-benar dapat dipastikan mirip Bumi dan kemungkinan dapat dihuni. Kalaupun mengandung senyawa organik dan zat-zat yang dibutuhkan untuk kehidupan, planet yang ditemukan biasanya terlalu jauh atau terlalu dekat bintangnya.
Meski disebut mendukung kehidupan, planet-planet tersebut belum dapat dipastikan ada kehidupan di sana saat ini seperti Mars misalnya. Kalaupun ada kehidupan mungkin berupa jasad renik seperti bakteri atau jenis kehidupan yang belum terbayangkan saat ini. Pekerjaan rumah berikutnya yang masih harus dilakukan para ilmuwan adalah menentukan ukuran planet-planet tersebut, komposisi, suhu permukaan, jarak dari bintangnya, kondisi atmosfer, dan kemungkinan adanya air serta senyawa karbon.
Semua planet asing tersebut ditemukan di galaksi Bima Sakti. Namun, jaraknya terlalu jauh dari Bumi dan mustahil mengirim misi ke sana. Dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, perlu jutaan tahun untuk berkunjung ke planet-planet tersebut.
"Cucu-cucu kita yang akan memutuskan apa langkah selanjutnya. Apakah mereka akan pergi ke sana? Apakah mereka hanya akan mengirim robot ke sana?" kata Borucki.


Selasa, 01 Februari 2011

Artalyta Rayakan Imlek di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Artalyta Suryani atau Ayin merayakan Tahun Baru Imlek di Lampung. Tidak hanya itu, terpidana kasus suap jaksa Urip Tri Gunawan ini dijadwalkan menetap di Bandar Lampung hingga 17 Februari 2011.
Demikian disampaikan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM R Grand Saputra, Selasa (1/2/2011), saat berkunjung ke kantor PWI Lampung mendampingi Ruzief Chaniago, Kepala Kanwil Kemhuk dan HAM Lampung.
"Ayin telah lapor ke Bapas (Balai Pemasyarakatan) Bandar Lampung membawa surat dari Bapas Jakarta Selatan untuk izin merayakan Imlek bersama keluarganya di Lampung," ungkap Grand.
Ayin tetap menjalankan bebas bersyaratnya di Jakarta. Setelah masa izin itu selesai, lanjut Grand, Ayin kembali melapor ke Bapas Bandar Lampung sebelum berangkat ke Jakarta.
Kepala Bapas Bandar Lampung Titi menambahkan, selama Ayin berada di Lampung, pihaknya hanya membantu Bapas pusat di Jakarta.

"Tadi malam Ayin sampai di Lampung. Tadi pagi dia sudah datang dan melapor," ujarnya.
Namun, lanjut Titi, Ayin tidak melimpahkan pembebasan bersyaratnya ke Lampung. Selama menjalani bimbingan, Ayin wajib lapor ke Bapas Jakarta Selatan satu kali dalam sebulan.
"Ke kami tidak mungkin lapor. Kami sifatnya koordinasi bahwa yang bersangkutan benar berada di Lampung. Cuma, jika dia akan kembali ke Jakarta, mesti melapor dulu," kata Titi.
Sopian Sitepu, pengacara Ayin, membenarkan bahwa kliennya akan merayakan Imlek di Lampung.



Kamis, 27 Januari 2011

The Dance Company-TDC for Kids















Minimnya karya lagu anak-anak yang ada saat ini membuat yhe dance company mencoba membuat satu album yang dikhususkan buat anak-anak.

Track List:
01. Anak Indonesia
02. Tebak Suara
03. Coba Dengarkan
04. Lompat Tali
05. Tamasya feat The Dancing Quens
06. Burung Kutilang
07. Bersyukur dan Berdo’a
08. Mimpi Indah Sayangku (Instrumental)

Klik Download the dance company for Kids

Ten 2 Five – I Love Indonesia Full Album


Lagu lagu daerah ini kembali dinyanyikan oleh ten2five dengan apik. Rasakan harmoni nusantara dalam album ini.

Track List:
01. Lir Ilir
02. Kicir Kicir
03. Ayam Den Lapeh
04. Tokecang
05. Angin Mamiri
06. Anju Ahu
07. Cik Cik Periook
08. Rasa Sayange
09. Cintaku Pada-Nya (Shalawat)

Klik Download Full Album Ten 2 Five

Tabrakan KA di Banjar, Tiga Tewas

BANDUNG, KOMPAS — Jumlah korban tewas akibat kecelakaan Kereta Api Mutiara Selatan danKereta Api Kutojaya untuk sementara diperkirakan setidaknya tiga orang, sedangkan belasan penumpang mengalami luka berat.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi II Bandung Bambang Setyo Prayitno ketika dihubungi Jumat (28/1/2011) mengatakan, korban tewas dan luka berat dirawat di RSUD Banjar.
"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.24 WIB. Kecelakaan terjadi di Stasiun Langen. Informasi di lapangan masih ada penumpang yang terimpit," ujar Bambang.

Untuk korban ringan, saat ini telah menjalani perawatan di Puskesmas Langen Sari. Sementara evakuasi penumpang yang masih terjepit di gerbong masih dilakukan.
Tabrakan ini, menurut Bambang, akan mengganggu perjalanan kereta api di kawasan itu, tetapi tidak ada penundaan perjalanan kereta.

Segera Umumkan Susu Formula Tercemar Bakteri

JAKARTA, KOMPAS — Institut Pertanian Bogor, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Menteri Kesehatan didesak untuk segera mengumumkan nama-nama merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii.
Hal ini sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan ketiganya membuka secara transparan nama-nama itu melalui media cetak dan elektronik.
Desakan tersebut disampaikan oleh pengacara konsumen publik, David Tobing, Kamis (27/1/2011) di Jakarta. ”Tidak ada lagi alasan untuk menunda. Kenapa ini penting sebab putusan ini seakan-akan menyatakan bahwa informasi terhadap hasil penelitian itu adalah hak masyarakat,” kata David.

Kasus itu bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasiEnterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.
Terkait hal itu, David yang juga konsumen susu (untuk dua anaknya) menggugat IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan dengan alasan melakukan perbuatan melawan hukum karena telah menyebabkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat terkait penelitian tersebut. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memenangkan David.
Putusan tersebut dikuatkan MA melalui putusan kasasinya. Majelis kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa dengan hakim anggota I Made Tara dan Muchsin mewajibkan IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan memublikasikan nama-nama susu formula yang tercemar tersebut.
Majelis kasasi sepakat dengan penggugat bahwa IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan telah melakukan pelanggaran hukum. Alasannya, dengan tidak diumumkannya merek susu yang tercemar bakteri mengakibatkan keresahan masyarakat.
Menurut Mahkamah Agung, suatu penelitian yang mengandung kepentingan masyarakat banyak haruslah dipublikasikan agar masyarakat lebih waspada.
”Tidak mengumumkan hasil penelitian itu merupakan pelanggaran tindakan yang tidak hati-hati dalam fungsi pelayanan publik,” demikian tertulis dalam putusan MA.
Persoalan belum selesai David mengatakan, apabila ketiga instansi tersebut tetap bersikeras tidak mengumumkan hasil penelitian tersebut, pihaknya bakal melakukan langkah hukum yang lain. Ia akan mengajukan upaya paksa ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
”Kalau sudah mentok, saya bisa saja lapor polisi karena mereka menyembunyikan informasi,” kata David.
Diperolehnya informasi tentang merek susu tercemar Enterobacter sakazakii pun tidak membuat persoalan selesai. Apabila susu yang dikonsumsi kedua anaknya tergolong susu yang tercemar bakteri, ia akan menggugat perusahaan susu yang dimaksud. Demikian pula masyarakat yang kemungkinan besar akan berbondong-bondong memeriksakan kesehatan anaknya.
”Setidaknya untuk memeriksakan kesehatan itu kan perlu uang. Nah, itu yang harus ditanggung oleh perusahaan susu tersebut,” kata David.