Kamis, 27 Januari 2011

Ten 2 Five – I Love Indonesia Full Album


Lagu lagu daerah ini kembali dinyanyikan oleh ten2five dengan apik. Rasakan harmoni nusantara dalam album ini.

Track List:
01. Lir Ilir
02. Kicir Kicir
03. Ayam Den Lapeh
04. Tokecang
05. Angin Mamiri
06. Anju Ahu
07. Cik Cik Periook
08. Rasa Sayange
09. Cintaku Pada-Nya (Shalawat)

Klik Download Full Album Ten 2 Five

Tabrakan KA di Banjar, Tiga Tewas

BANDUNG, KOMPAS — Jumlah korban tewas akibat kecelakaan Kereta Api Mutiara Selatan danKereta Api Kutojaya untuk sementara diperkirakan setidaknya tiga orang, sedangkan belasan penumpang mengalami luka berat.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi II Bandung Bambang Setyo Prayitno ketika dihubungi Jumat (28/1/2011) mengatakan, korban tewas dan luka berat dirawat di RSUD Banjar.
"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.24 WIB. Kecelakaan terjadi di Stasiun Langen. Informasi di lapangan masih ada penumpang yang terimpit," ujar Bambang.

Untuk korban ringan, saat ini telah menjalani perawatan di Puskesmas Langen Sari. Sementara evakuasi penumpang yang masih terjepit di gerbong masih dilakukan.
Tabrakan ini, menurut Bambang, akan mengganggu perjalanan kereta api di kawasan itu, tetapi tidak ada penundaan perjalanan kereta.

Segera Umumkan Susu Formula Tercemar Bakteri

JAKARTA, KOMPAS — Institut Pertanian Bogor, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Menteri Kesehatan didesak untuk segera mengumumkan nama-nama merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii.
Hal ini sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan ketiganya membuka secara transparan nama-nama itu melalui media cetak dan elektronik.
Desakan tersebut disampaikan oleh pengacara konsumen publik, David Tobing, Kamis (27/1/2011) di Jakarta. ”Tidak ada lagi alasan untuk menunda. Kenapa ini penting sebab putusan ini seakan-akan menyatakan bahwa informasi terhadap hasil penelitian itu adalah hak masyarakat,” kata David.

Kasus itu bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasiEnterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.
Terkait hal itu, David yang juga konsumen susu (untuk dua anaknya) menggugat IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan dengan alasan melakukan perbuatan melawan hukum karena telah menyebabkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat terkait penelitian tersebut. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memenangkan David.
Putusan tersebut dikuatkan MA melalui putusan kasasinya. Majelis kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa dengan hakim anggota I Made Tara dan Muchsin mewajibkan IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan memublikasikan nama-nama susu formula yang tercemar tersebut.
Majelis kasasi sepakat dengan penggugat bahwa IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan telah melakukan pelanggaran hukum. Alasannya, dengan tidak diumumkannya merek susu yang tercemar bakteri mengakibatkan keresahan masyarakat.
Menurut Mahkamah Agung, suatu penelitian yang mengandung kepentingan masyarakat banyak haruslah dipublikasikan agar masyarakat lebih waspada.
”Tidak mengumumkan hasil penelitian itu merupakan pelanggaran tindakan yang tidak hati-hati dalam fungsi pelayanan publik,” demikian tertulis dalam putusan MA.
Persoalan belum selesai David mengatakan, apabila ketiga instansi tersebut tetap bersikeras tidak mengumumkan hasil penelitian tersebut, pihaknya bakal melakukan langkah hukum yang lain. Ia akan mengajukan upaya paksa ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
”Kalau sudah mentok, saya bisa saja lapor polisi karena mereka menyembunyikan informasi,” kata David.
Diperolehnya informasi tentang merek susu tercemar Enterobacter sakazakii pun tidak membuat persoalan selesai. Apabila susu yang dikonsumsi kedua anaknya tergolong susu yang tercemar bakteri, ia akan menggugat perusahaan susu yang dimaksud. Demikian pula masyarakat yang kemungkinan besar akan berbondong-bondong memeriksakan kesehatan anaknya.
”Setidaknya untuk memeriksakan kesehatan itu kan perlu uang. Nah, itu yang harus ditanggung oleh perusahaan susu tersebut,” kata David. 



Minggu, 23 Januari 2011

Crop Circle Muncul di Yogya ....

SLEMAN, KOMPAS— Pola geometris yang tiba-tiba muncul di areal persawahan Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, mengundang berbagai tafsiran. Jauhari (34), warga Kebondalem, Madurejo, Prambanan, Sleman, mengaitkannya dengan fenomena UFO.
Fenomena unidentified flying object (UFO) memang kerap dihubungkan dengan munculnya pola geometris di berbagai negara. Entah benar atau tidak, Jauhari mengaku takjub menyaksikan peristiwa langka di persawahan yang terletak tak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto ini.
Ia pun rela jatuh bangun mendaki ke puncak Gunung Suru yang jalannya licin untuk melihat pola itu secara keseluruhan. Jauhari tak sendirian karena ada banyak warga yang menyaksikan fenomena unik pertama di wilayah Yogyakarta, atau bahkan kemungkinan pertama di Indonesia itu.
"Ini seperti fenomena pendaratan UFO yang sering dibahas di televisi, tapi saya tidak tahu apakah benar adanya. Hanya Allah yang tahu sebabnya," ucapnya kepada Tribun di lokasi, Minggu (23/1/2011) sore.
Sebatas yang ia lihat, Jauhari tak mendengar keterangan apa pun terkait terbentuknya pola misterius itu, termasuk suara gemuruh seperti yang didengar oleh saksi mata Basori.
Yudi, pemuda Desa Rejosari yang pertama kali melihat pola itu di sawah, juga mengaku tak mendengar suara apa-apa. Padahal, Yudi nongkrong di depan rumah Basori sampai pukul 03.00.
"Bahkan semalam tidak ada hujan atau angin. Tahu-tahu tadi pagi sudah terbentuk pola ini (lingkaran) di tengah sawah," imbuh Yudi.



Senin, 10 Januari 2011

Gayus: Jadikan Saya Staf Ahli Kapolri

JAKARTA, KOMPAS — Terdakwa Gayus Halomoan Tambunan meminta dirinya dijadikan salah satu staf ahli dari tiga pimpinan penegak hukum, yakni Kepala Polri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK, untuk membantu memberantas korupsi. Dia mengklaim dapat membersihkan Indonesia dari penyakit kronis korupsi.

"Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih (dari korupsi)," ujar Gayus saat membacakan duplik pribadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/1/2011 ).

Dikatakan Gayus, Polri dan Kejaksaan Agung belum mampu menjerat pejabat-pejabat tinggi di Polri, Kejaksaan Agung, ataupun di Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan perkaranya saat ini. Menurut dia, hal itu bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi.
"Pesannya (Presiden) sangat jelas, tangkap big fish dan bersihkan semua. Tapi, itu belum terjadi karena yang terjadi saat ini adalah ikan teri ditangkap, saya, Arafat, Sri Sumartini, Humala, Alif Kuncoro. Gayus dibersihkan dan lain dibiarkan tetap kotor," kata terdakwa kasus korupsi itu.
"Jadikan saya staf ahli Kapolri, atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Akan saya bantu Kapolri atau Jaksa Agung atau Ketua KPK untuk menangkap big fish, bukan hanya kakap, melainkan paus dan hiu di semua lini di mana korupsi tumbuh subur," tutur pemilik harta seratusan miliar rupiah itu.
Seperti diberitakan, Gayus dituntut 20 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Menurut jaksa penuntut umum, Gayus terbukti melakukan empat perkara. Pertama, Gayus terbukti melakukan korupsi saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam (PT SAT).
Kedua, menurut jaksa, Gayus terbukti menyuap penyidik Polri. Ketiga, Gayus terbukti menyuap hakim. Keempat, Gayus terbukti memberi keterangan palsu kepada penyidik Bareskrim Polri terkait asal-usul uang Rp 28 miliar di rekening yang diblokir penyidik.


Minggu, 09 Januari 2011

Arab Sedih, tetapi Pasrah

KOMPAS — Meski bersedih hati, opini umum dunia Arab akhirnya bisa menerima realitas jika sebuah negara Arab terbesar secara geografis memisahkan diri. Kali ini terkait dengan Sudan, yang berpotensi terpecah menjadi dua, yakni Sudan utara dengan penduduk mayoritas keturunan Arab beragama Islam dan Sudan selatan yang berpenduduk mayoritas etnis Afrika hitam dengan agama Kristen.

Dunia Arab akhirnya tampak bersedia menghormati aspirasi sebuah bangsa baru yang menginginkan memisahkan diri sejak 50 tahun lalu. Sudan selatan telah mengorbankan ratusan ribu penduduknya, termasuk yang tewas dan luka-luka, dalam peperangan yang tak pernah henti sejak merdeka dari Inggris tahun 1956.
Rakyat Sudan selatan selalu berdalih diperlakukan tidak adil atau warga kelas dua di Sudan yang selama ini dikuasai penduduk Arab Sudan. Faktor ini dijadikan sebagai alasan untuk memisahkan diri lewat referendum selama tujuh hari yang dimulai pada hari Minggu (9/1/2011).
Zaman sudah berubah. Pandangan kaum nasionalis Arab radikal, yang menganggap kesatuan Sudan sebagai suatu kesakralan, sudah tidak mampu lagi dipertahankan. Sikap ini tak mampu membendung perubahan zaman.
Harus disadari, wilayah Sudan selatan secara geografis tidak berada di sub-Sahara bagian utara yang bercorak gurun sahara serta berpenduduk etnis Arab. Wilayah selatan berada di sub-Sahara bagian selatan, tepat berada di lintasan garis khatulistiwa dengan karakteristik hutan lebat dan curah hujan sepanjang tahun.
Karakteristik geografis dan iklim yang kontras antara Sudan selatan dan dunia Arab itu, ditambah lagi dengan perbedaan agama, etnis, bahasa, budaya, dan latar belakang sejarah, membuat dua wilayah di Sudan ini tak pernah merasa dekat.
Singkat kata, Sudan selatan jauh lebih dekat dengan Afrika ketimbang dunia Arab.
Afrika mendukung
Masyarakat internasional dan regional, khususnya negara-negara Afrika, kini bersatu mendukung pemisahan Sudan selatan dari utara dengan dalih perbedaan karakteristik itu.
Kisah lahirnya negara kesatuan Sudan yang menghimpun Sudan utara dan Sudan selatan dengan segala perbedaan karakteristik itu adalah semata-mata rekayasa kolonial Inggris dan Mesir.
Muncul rumor, penjajah Inggris memisahkan Sudan dari Mesir dengan mendukung deklarasi negara Sudan merdeka pada tahun 1956. Sebagai kompensasi untuk meredam kemarahan Mesir dan sekaligus memuaskan Sudan utara saat itu, Inggris menggabungkan Sudan selatan dengan Sudan utara. Kini setelah lebih dari 50 tahun pemisahan Mesir dan Sudan, kesatuan Sudan tidak bertahan pula.
Sudan selatan akhinya mencoba memisahkan diri dari Sudan utara dengan cara elegan dan konstitusional sesuai dengan kesepakatan damai Nifasha di Kenya tahun 2005. Kesepakatan damai tersebut antara lain memberikan hak untuk menentukan sendiri bagi rakyat Sudan selatan, setelah enam tahun sejak penandatanganan kesepakatan itu.
Bisa jadi, jalan pemisahan itu justru merupakan cara untuk menyelamatkan Sudan meskipun masih banyak isu yang menggantung, seperti isu sengketa wilayah Abyei yang kaya minyak itu.
Ini adalah wilayah yang menjadi faktor utama perselisihan di samping berbagai faktor lainnya. Di Abyei, segala kepentingan bertemu dan melahirkan bentrokan yang berpotensi memecah Sudan. Faktor kekuatan domestik dan asing, termasuk peran korporasi perminyakan global, turun bermain.
Pemimpin lemah
Kasus Sudan sekaligus mengingatkan kita kembali tentang berbagai konflik di seluruh dunia yang pada umumnya terjadi di wilayah yang kaya dengan sumber daya mineral. Ketiadaan kepemimpinan yang kuat, alias lemahnya pemerintah, hanya memuluskan niat asing untuk memecah belah negara kaya minyak.
Pemisahan Sudan juga menimbulkan masalah kewarganegaraan menyangkut etnis Arab yang tinggal di selatan dan etnis Afrika yang bermukim di utara. Jika terpecah, Sudan juga memiliki masalah soal pembagian beban utang luar negeri serta aset pembagian antara Sudan utara dan selatan.
Namun, Sudan selatan tidak hirau akan segala persoalan itu. Presiden de facto wilayah Sudan selatan yang juga Wakil Presiden negara kesatuan Sudan, Salva Kiir, menegaskan soal komitmen untuk hidup berdampingan secara damai antara Sudan selatan dan utara.
Ia menambahkan, ”Mulai hari ini tidak ada lagi perang.”
Presiden Sudan Omar Hassan Al Bashir ketika mengunjungi Juba (ibu kota Sudan selatan), Selasa pekan lalu, juga menyatakan, ”Sudan adalah negara pertama yang akan mengakui negara baru Sudan selatan jika rakyat wilayah itu memilih memisahkan diri.”
Komentar positif dari dua pemimpin tersebut tentu sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan jalan perang yang dipilih kedua kubu selama hampir 50 tahun terakhir ini.
Ke depan, Sudan utara bisa lebih fokus pada isu-isu domestiknya, seperti isu Darfur, sistem politik, dan ekonomi. Sudan selatan juga bisa segera membenahi diri dengan melakukan rekonsiliasi antara suku-suku di selatan dan melakukan pembangunan ekonomi yang menjadi tantangan terberat bagi negara baru itu.

Ini Dia 7 Tuntutan Tifatul untuk RIM!

JAKARTA, KOMPAS — Ancaman yang dilontarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring terhadap Research in Motion selaku penyedia layanan BlackBerry bukan hanya berlandaskan pada satu alasan. Melalui situs microblogging Twitter, Minggu (9/1/2011), Tifatul berupaya mengungkapkan tuntutan-tuntutan yang harus dipenuhi oleh RIM jika ingin tetap beroperasi di Indonesia.

Tuntutan lain telah lebih dulu berkumandang di awal masuknya RIM ke Indonesia beberapa waktu lalu. Misalnya, yang tentu paling diingat oleh pengguna BlackBerry di Indonesia adalah agar RIM membuka service center dan kantor perwakilan di Tanah Air.  Tuntutan agar RIM melakukan pemblokiran terhadap material porno hanya merupakan salah satu dari—setidaknya—tujuh hal yang diminta oleh Tifatul kepada perusahaan asal Kanada itu.
Tifatul menyebutkan, hal pertama yang harus dipatuhi oleh RIM adalah perusahaan itu harus menghormati dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Ada tiga undang-undang yang terkait, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Kedua, RIM diminta membuka perwakilannya di Indonesia sebab pelanggan RIM di Tanah Air sudah mencapai lebih dari 2 juta. Ketiga, RIM diminta membuka service center di Indonesia untuk melayani dan memudahkan pelanggan.
Keempat, RIM diminta merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional. Kelima, RIM diminta sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.
Nah, tuntutan pemblokiran situs porno masuk dalam permintaan yang keenam, yaitu RIM diminta memasang software blocking terhadap situs porno, sebagaimana yang telah dilakukan oleh operator-operator lain di Indonesia. Ketujuh, RIM diminta membangun server/repeater di Indonesia agar aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan, termasuk koruptor.
Untuk semua tuntutan itu, Tifatul menilai, RIM mengulur-ulur waktu. "Sejauh ini terkesan #RIM meng-ulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apakah kita sebagai bangsa mau diperlakukan spt itu?" demikian pernyataan Tifatul dalam akun Twitter-nya, @tifsembiring.
"Kalau ada nasionalisme di dada kita & ingin jd bangsa berwibawa, pasti sebagian kita akan setuju poin2 yg saya sampaikan tentang #RIM," tulisnya pula.