Selasa, 09 November 2010

Secret Service, Perisai Presiden AS

JAKARTA, KOMPAS — Hiruk pikuk di sekitar kegiatan atau kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), sebagaimana halnya dalam kunjungan dua hari Presiden Barack Obama ke Jakarta kali ini, tidak lepas dari amatan para pria berjas hitam, berkacamata gelap, dan berbadan tegap yang setia menyertai sang presiden. Mereka adalah agen-agen pilihan yang bernaung di bawah Presidential Protection Details (PPD) yang merupakan unit dari US Secret Service (USSS). Mereka menjadi perisai hidup Presiden AS dari kemungkinan serangan.
Presiden AS, dalam sejarah keberadaan negara itu, sudah beberapa kali menjadi target serangan. Sejak tahun 1960-an, misalnya, Presiden John F Kennedy (terbunuh), Gerald Ford (dua kali diserang, tetapi tidak terluka), dan Ronald Reagan (mengalami luka serius) telah menjadi korban saat tampil di depan umum. Bahkan, setiap hari Presiden AS menghadapi berbagai macam ancaman pembunuhan, baik ancaman jenis konvensional, seperti penembakan seperti yang dialami Presiden Ronald Reagan dan John F Kennedy, maupun ancaman pembunuhan yang disampaikan lewat telepon serta surat. Obama, misalnya, yang menjadi presiden kulit hitam pertama AS, sehari bisa mendapat ancaman sampai 300 kali.

Alasan para pelaku beragam. Majalah Commando edisi April 2010 melaporkan, para pelaku ada yang bermotif kedongkolan secara politik terhadap sang presiden, tetapi ada pula yang karena gangguan seksual seperti yang dilakukan seorang homoseksual di Washington. Ia bermaksud membunuh Presiden Ronald Reagan hanya agar bisa dijebloskan kembali ke penjara. Usut punya usut, rupanya ia sangat merindukan kekasih sesama jenisnya yang masih mendekam di penjara. 

Secret Service dengan semboyannya Worthy of Trust and Confidence (Layak Dipercaya dan Diandalkan) merupakan satu-satunya lembaga dengan tugas dan tanggung jawab unik. Sejak dibentuk pada 5 Juli 1865, tidak ada kata santai bagi Secret Service dalam tugas sebagai perisai Presiden AS. 

Uniknya, lembaga itu awalnya tidak dibentuk sebagai pengawal presiden. Secret Service merupakan lembaga penegak hukum federal yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Para anggotanya dibagi antara Agen Khusus dan Divisi Berseragam. Hingga 1 Maret 2003, Secret Service merupakan bagian dari Departemen Keuangan. Lembaga itu kini memiliki dua bidang tanggung jawab yang berbeda. Pertama, peran keuangan yang meliputi misi seperti mencegah dan menginvestigasi pemalsuan mata uang AS dan surat-surat berharga serta penyelidikan penipuan besar. Kedua, peran keamanan, yaitu memastikan keselamatan pemimpin nasional saat ini dan mantan presiden serta keluarganya, seperti presiden, mantan presiden, wakil presiden, dan calon presiden AS. 

Tanggung jawab awal Secret Service adalah menyelidiki kejahatan yang berkaitan dengan Departemen Keuangan dan kemudian berkembang menjadi bagian intelijen dalam negeri dan badan kontra-intelijen. Banyak misi badan itu kemudian diambil alih oleh lembaga seperti FBI, ATF, dan IRS.

Misi investigasi utama Secret Service adalah untuk menjaga sistem pembayaran dan keuangan AS, hal ini antara lain mencakup kejahatan yang melibatkan penipuan oleh lembaga keuangan, penipuan komputer dan telekomunikasi, dokumen-dokumen identifikasi palsu, transfer dana elektronik, dan pencucian uang.

Namun, setelah pembunuhan Presiden William McKinley tahun 1901, Kongres mengarahkan Secret Service untuk melindungi Presiden AS. Saat ini, Secret Service secara hukum berwenang untuk melindungi presiden, wakil presiden, presiden dan wakil presiden terpilih; keluarga langsung dari individu-individu yang telah disebut pada poin terdahulu; serta mantan presiden dan pasangan mereka sepanjang hidupnya, kecuali jika pasangan itu menikah lagi. Tahun 1997, undang-undang membatasi perlindungan USSS untuk mantan presiden hanya untuk jangka waktu tidak lebih dari 10 tahun sejak mantan presiden meninggalkan Gedung Putih; anak-anak dari mantan presiden sampai usia 16 tahun atau 5 tahun setelah masa jabatan presiden habis; mantan wakil presiden sampai 6 bulan setelah jabatan berakhir (Sekretaris Keamanan Dalam Negeri dapat memperpanjang waktu perlindungan); serta keluarga mantan wakil presiden sampai 6 bulan setelah masa jabatan berakhir.

Kisah heroik 
Peristiwa pembunuhan Kennedy menyimpan kisah tentang keberanian seorang agen Secret Service, Clint Hill, yang melindungi Nyonya Kennedy. Hill berada dalam kendaraan di belakang limusin Presiden John F Kennedy saat penembakan terjadi. Saat penembakan berlanjut, Hill melompat dari kendaraannya yang sedang melaju ke bagian belakang mobil kepresidenan yang juga terus bergerak untuk memandu Nyonya Kennedy menuju ke jok belakang mobil. Dia kemudian melindungi Presiden dan Ibu Negara dengan tubuhnya sampai mobil itu tiba di rumah sakit.

Meski mereka merupakan orang-orang pilihan yang telah melewati proses seleksi dan latihan ketat yang memakan waktu berbulan-bulan di markas besar USSS, mereka tetap manusia yang tidak luput dari kesalahan. Kasus kecolongan beberapa kali terjadi, di antaranya ada yang fatal, seperti yang menimpa John F Kennedy itu.

Kasus paling akhir yang sangat memalukan adalah penyusupan yang dilakukan oleh pasangan Michelle dan Tareq Salahi pada acara jamuan makan malam yang diadakan Presiden Obama untuk tamunya, Perdana Menteri India Manmohan Singh, beberapa waktu lalu. Pasangan itu dengan leluasa menghadiri acara makan malam tersebut, lalu bersalaman, berfoto-foto dengan tampang riang bersama Obama, kemudian mengunduh foto-foto tersebut di laman mereka di Facebook. Padahal, mereka merupakan tamu tak diundang yang hanya ingin terkenal.

Obama Mau Makan Soto Ayam Pinggir Jalan

JAKARTA, KOMPAS — Empat tahun lebih kurang si kecil Barry (julukan akrab Presiden Amerika Serikat Barack Obama) hidup di Jakarta dan belajar di sekolah Katolik SD Fransiscus Asisi di Tebet serta Sekolah Dasar Negeri 1 (SD Besuki) di Menteng. Atas pengalamannya hidup di Jakarta sampai usia 10 tahun sejak 1967 ini, banyak orang Indonesia berharap Obama akan melakukan banyak hal untuk Indonesia.

Berikut ini petikan wawancara tertulis Kompasdengan Obama, Selasa (9/11), semasa Presiden Amerika Serikat ini masih melakukan kunjungan tiga harinya 
di India.
Bagaimana perasaan Anda bisa datang lagi ke Indonesia?

Pulang kampung nih! (I’ve come back to my hometown!) Saya melewatkan sebagian masa kecil saya yang indah di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia menjadi bagian dari diri saya....

Saya sungguh senang bisa kembali di negeri yang indah ini dan menunjukkan kepada Michelle kota tempat dulu saya pernah tinggal.

Kalau saja bisa, suatu ketika nanti pengin saya kembali ke sini sebagai warga biasa sehingga saya bisa berjalan-jalan dengan bebas, mengunjungi teman-teman lama, dan berhenti di pinggir jalan untuk makan soto ayam....

Meskipun demikian, kepentingan AS yang kuat dan berkembang di Indonesia tidak berakar dari perasaan pribadi saya. Akan tetapi, atas dasar kepentingan timbal balik antara dua negara dan atas dasar nilai-nilai bersama.

Indonesia adalah negeri dengan penduduk terbanyak keempat di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga yang berperan penting di kelompok negara-negara G-20, serta di berbagai institusi global dan regional. Banyak tantangan internasional, seperti menjaga lingkungan, tak bisa diatasi tanpa kontribusi aktif dari Indonesia.

Lebih dari itu, baik AS maupun Indonesia sama-sama berbagi nilai-nilai, termasuk komitmen akan pemerintahan yang demokratis, serta dedikasi untuk toleransi dan pluralisme bagi rakyat dengan berbagai suku dan agama, yang sama-sama bertujuan membentuk satu bangsa yang hidup dalam harmoni.

Jadi, AS mempunyai taruhan besar dalam kesuksesan di Indonesia, dan juga melalui Kemitraan Komprehensif yang baru di antara AS dan Indonesia. Kami akan mengupayakan hal-hal yang bisa membantu Indonesia agar makmur dan berkembang lebih kuat.

Lalu, apa yang bisa diharapkan oleh rakyat Indonesia dengan kunjungan Anda kali ini?

Saya berharap kunjungan saya kali ini bisa meyakinkan rakyat Indonesia bahwa AS memandang Indonesia sebagai seorang teman yang menaruh perhatian lebih besar dari sebelumnya untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Kami banyak belajar dari Indonesia, sebagai sesama negara demokrasi, sebagai sebuah bangsa yang merengkuh warga dari banyak suku dan agama, yang mewarisi dari sebuah warisan budaya yang kaya.

Saya masih berharap akan melanjutkan pembicaraan dengan Presiden (Susilo Bambang) Yudhoyono serta mendengarkan advis-nya. Saya juga berharap bangsa Indonesia akan melihat Kemitraan Komprehensif yang baru saja kami bangun sebagai awal dari era baru dari hubungan kedua negara.

Dan akhirnya, penanganan ekonomi serta pertumbuhan Indonesia yang dinamis menyuguhkan kesempatan baik untuk (mewujudkan) perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan dalam kemitraan bisnis dengan pebisnis-pebisnis Amerika Serikat.

(Kami) berharap juga akan iklim bisnis yang lebih baik, terutama di wilayah penegakan hukum dan akses yang lebih terbuka sehingga akan menarik lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, serta akan berkontribusi bagi keberhasilan ekonomi Indonesia yang lebih besar lagi....

Selasa, 26 Oktober 2010

At least 40 dead, 380 missing after Indonesia quake

Jakarta, Indonesia (CNN) -- At least 40 people were killed and 380 others were left missing after a 7.7-magnitude earthquake struck off Sumatra on Monday, Indonesian officials said Tuesday.
The Pacific Tsunami Warning Center said the quake generated a "significant" tsunami. Although communication with remote areas was difficult, witnesses in west Sumatra reported seeing a 6-meter (18-foot) high wave. 

One representative said at least one village with a population of about 200 people was swept away, with only 40 people recovered.The numbers were in flux because information was trickling in from remote parts of Indonesia, a country made up of a myriad of islands.Large waves also were keeping rescue crews from reaching the disaster zone, Hendri Dori Satoko, head of the Mentawai Islands parliament, said on local television.he Sumatran coastline is known for large waves, making it a popular surfing destination. Surf travel company The Perfect Wave said in a statement on its website it had 32 clients in the area.Between eight and 10 Australians were missing and were thought to be on a tourist boat, the MV Southern Cross, that was in the affected area when the quake struck, the Australian Department of Foreign Affairs and Trade said in a statement.

The Australian Embassy in Jakarta was attempting to contact the boat, but "efforts to contact the captain have been hampered by poor telephone coverage in the area and by the fact that the boat is reportedly not equipped with a satellite phone," the statement said.
Indonesia's Sea Security Coordinator said it had not received any distress calls from boats in the area, and "at this stage we have no information that causes us to hold concerns for the welfare of the Australians on the boat." But the embassy will continue working with Indonesian authorities to confirm their safety, the statement said.

One of those Australians is Chris Scurrah, formerly of Melbourne, according to The Australian newspaper. His father, Hal Scurrah, told the paper he hopes to hear from his son soon."My feeling is that he's possibly out of range, and hopefully he's all well," Hal Scurrah said. "I keep watching news, and I keep trying to text him or contact him on Facebook. He'll have a laptop with him."He said his son is the skipper on board the Southern Cross, along with another skipper, Akinori Fujita from Japan. Eight other Australians were on board, he said.Hal Scurrah said his son survived an earthquake that struck the Sumatran city of Padang last October.The quake struck at 9:42 p.m. 

Monday, triggering a tsunami warning that was later lifted when the warning center said sea level readings indicated the threat had diminished or was over for most areas."The local residents in the Mentawai Islands reported seeing a tsunami as high as 3 meters [that] reached as far as 600 meters inland," said Mujiharto, of the Indonesian Health Ministry.The Perfect Wave statement also described the wave as about 3 meters (9 feet) high, and said it washed through a bay where two boats with clients on board were docked, the statement said. One boat hit the other, which caught on fire, and all the guests jumped overboard. Nine guests and five crew members were washed into the jungle and took more than an hour to make their way to safety, the company said. 

All those aboard were picked up by a third boat and were safe "apart from suffering some smoke inhalation and minor scratches," the statement said.A surf guide aboard the third boat reported "there was a lot of debris floating in the water including bar stools and other pieces of furniture from Macaronis Resort," the company said. "No news on the state of the village at Silabu."The resort, where six clients were staying, is "all but gone," the statement said. 

However, its staff and guests were all reported safe.The company said it was working to obtain replacement passports for its clients and organize flights home.The epicenter of the quake was 240 kilometers (149 miles) south of Padang, at a depth of 20.6 kilometers (12.8 miles), according to the U.S. Geological Survey. The magnitude was revised upward from a preliminary magnitude of 7.5.The city of Padang and the Mentawai Islands are located at the meeting of two tectonic plates, making them vulnerable to earthquakes and tsunamis.Meanwhile, on the Indonesian island of Java, the volcano Mount Merapi was erupting Tuesday.

Merapi Meletus, Warga Panik

SLEMAN, KOMPAS — Ribuan warga kini dalam proses evakuasi menyusul semburan material vulkanik dari perut Gunung Merapi, Senin (26/10/2010) pukul 17.50 WIB. Kepanikan terjadi ketika dari arah puncak meluncur gumpalan pekat bergulung-gulung ke arah wilayah Samburejo dan Kinahrejo, atau ke arah kediaman Mbah Maridjan.
Pengendara sepeda motor memacu kendaraannya sembari terus-menerus membunyikan klakson. Begitu juga mobil roda empat yang tadinya bersiaga di titik kumpul pertigaan Kinahrejo dan wilayah-wilayah tertinggi di lereng selatan. Sebagian besar warga dievakuasi ke barak pengungsi Umbulharjo dan Hargobinangun yang tadi siang dikunjungi Wapres Boediono.

Hujan abu
Hujan abu sampai saat ini masih terjadi di seputar wilayah Kinahrejo. Cuaca di lereng selatan mendung tebal dan gelap, tetapi belum turun hujan. Di Yogyakarta, hujan rintik-rintik terjadi secara sporadis. Dari laporan warga yang bertahan di Samburejo dan Kinahrejo, saat ini puncak Merapi berselimut awan tebal dan belum terdengar gemuruh guguran material vulkanik lagi.
Debu vulkanik akibat luncuran material dari puncak Merapi pukul 17.50 WIB berjatuhan ke wilayah selatan, seperti Turgo, Kinahrejo, Ngrangkah, dan Samburejo. Warga di Samburejo di lereng selatan Merapi panik hebat ketika sekitar pukul 17.50 WIB terlihat ada luncuran besar yang diduga awan panas mengarah ke wilayah Samburejo dan Kinahrejo.
Warga langsung dievakuasi ke barak pengungsian yang disiapkan. Muncul laporan juga bahwa sejumlah armada mobil pengangkut malah ketakutan dan kalang kabut meninggalkan desa.
Suasana yang terekam lewat radio komunikasi warga, peringatan bahaya dan teriakan agar warga turun ke wilayah yang aman terdengar bersahut-sahutan. Guguran dan luncuran material vulkanik dari puncak Gunung Merapi memang terus termonitor hingga Selasa (26/10/2010) petang. Jumlahnya mencapai ratusan kali.
Sekitar pukul 17.15 WIB, terjadi guguran besar yang sempat terlihat dari arah tenggara dan timur. Di Turgo, sejumlah warga mencium bau belerang dan melihat abu vulkanik melayang. Kacung, warga di Samburejo, memperkirakan jarak luncuran material sudah lebih dari 2.000 meter, atau 2 kilometer dari puncak.
Umumnya mengarah ke hulu Kali Senowo, Kali Boyong, Kali Kuning, dan Kali Gendol. Informasi ini berdasarkan pengamatan visual langsung dari warga di Turgo, Kinahrejo, Samburejo, Tunggularum, dan Deles. Kawasan puncak Merapi sendiri tertutup awan sangat tebal, tetapi sesekali kubah di puncak terlihat dari pertigaan Kinahrejo, yang jadi pusat titik kumpul pengungsi.
Titik api sejauh ini belum terlihat meski deformasi kubah terus berlangsung dan cukup ekstrem pertumbuhannya. Aktivitas Merapi kali ini sangat berbeda dengan kejadian erupsi sebelumnya karena perubahan aktivitas vulkaniknya sangat radikal.
Dalam tempo sebulan status Merapi berubah menjadi Awas, level tertinggi di fase erupsi. Data yang tercatat di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, laju inflasi kubah mencapai 42 cm/hari. Pengukuran dilakukan dengan electric distance measurement (EDM), dengan reflektor dipasang di sekitar puncak Merapi.
Bersiap evakuasi
Malam yang berkabut tebal dan tidak terlihatnya kawasan puncak Merapi membuat kewaspadaan menjadi ekstra tinggi. Di Kaliadem, Kepuharjo, dan Cangkringan, Kabupaten Sleman, warga setempat siang tadi menyelesaikan bangunan pos pantau secara gotong royong.
Pos pandang di desa-desa tertinggi di lereng selatan Merapi itu berupa pondok bambu setinggi 10 meter. Warga setempat menegaskan ingin memantau langsung pergerakan Merapi dengan keyakinan tinggi.
"Bukan berarti kami tak percaya informasi dan keputusan pemerintah dan vulkanologi. Sebagian besar warga sudah turun mengungsi," kata Ronggo, warga di Kaliadem.

Minggu, 24 Oktober 2010

Pemerintah Didesak Buat Jalur Sepeda

JAKARTA, KOMPAS— Selain ramah lingkungan, sepeda menjadi salah satu moda transportasi yang murah, aman, dan nyaman. Tak heran, saat ini banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pengguna sepeda, baik perorangan maupun yang tergabung dalam komunitas di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Untuk itu, Komite Sepeda Indonesia (KSI) pun terus berupaya mendorong pemerintah agar membuat jalur khusus sepeda di semua kota besar di Indonesia.
Ketua Umum KSI Syahrul Effendi mengatakan, pihaknya juga menginginkan adanya hari bersepeda nasional yang direkomendasikan setiap tanggal 17 Juli. Pada tanggal itu, Syahrul menjelaskan, pihaknya berharap masyarakat tidak menggunakan kendaraan bermotor, tetapi beralih menggunakan sepeda. Saat ini, KSI juga tengah memperjuangkan aplikasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Keselamatan dan Keamanan Pesepeda.

"Kami juga mengupayakan adanya car free day di seluruh Indonesia karena kegiatan itu terbukti dapat mengurangi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor," ujar Syahrul saat pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Komite Sepeda Indonesia, Minggu (24/10/2010) di Hotel Sultan.

Syahrul mengatakan, komitmen ini juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. KSI juga mendorong masyarakat untuk bersepeda sebagai upaya menghindari dari segala bencana yang diakibatkan pemanasan global.
"KSI sebagai organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara," kata Syahrul, yang juga menjabat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan ini.

Syahrul menambahkan, pengguna sepeda di Indonesia akan mendapatkan jaminan keselamatan berupa asuransi kecelakaan. "Salah satu program KSI juga memberikan pelayanan asuransi kecelakaan bagi pesepeda di Indonesia," ujarnya.

Ketua Dewan Pembina KSI Gamawan Fauzi mengatakan, dengan adanya UU Nomor 22 Tahun 2009, pemerintah memang diwajibkan melindungi hak-hak pejalan kaki dan pesepeda. Untuk itu, pemerintah daerah dapat menyediakan ruang bagi mereka.
"Bersepeda juga bermanfaat bagi kepentingan lingkungan dan transportasi karena mengurangi penggunaan bahan bakar," kata Gamawan Fauzi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Dalam acara pelantikan DPP KSI, Gamawan melantik Syahrul Effendi sebagai Ketua Umum dan Dimas Kinasih sebagai Wakil Ketua Umum. Di jajaran para ketua, di antaranya, Heru Bambang duduk sebagai Ketua Departemen Lingkungan Hidup, Nizarman Aminuddin sebagai Ketua Departemen Litbang dan Teknologi, serta Kamsul Hassan sebagai Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Hundreds of thousands flee as typhoon hits China


(CNN) - Topan Megi melanda Cina pada hari Sabtu, mengirimkan ratusan ribu melarikan diri seperti membuat pendaratan di provinsi tenggara Fujian, media pemerintah melaporkan. Sekitar 270.000 orang telah dievakuasi, kata kantor berita Xinhua. topan keempat yang menghantam Cina tahun ini membuat pendaratan di kota Zhangzhou. Hal ini memaksa pembatalan layanan feri dan 79 penerbangan di kota pantai Xiamen, kata pihak berwenang. 

Hal ini diharapkan dapat kehilangan kekuatan seperti kepala pedalaman, tetapi akan membawa hujan berat untuk soOfficials telah mengeluarkan peringatan sebagai penjepit untuk kehancuran mereka mungkin di wilayah pesisir, kata Xinhua. Sementara itu, topan menewaskan 11 orang di Taiwan dan meninggalkan sekitar 400 wisatawan terdampar .


Setidaknya 200 dari wisatawan berasal dari daratan Cina, Xinhua. Di Taiwan, topan itu diturunkan menjadi badai tropis setelah mendarat di Cina. Setidaknya 23 orang pada kelompok wisata Cina terdaftar sebagai hilang, Taiwan resmi Pusat Berita Badan yang dilaporkan.


Penyelamat sedang mencari yang hilang dan memberikan makanan untuk wisatawan terdampar lain terperangkap di wilayah pegunungan Taiwan timur laut. Hujan lebat akan mempermudah di Taiwan pada hari Sabtu, menurut departemen meteorologi. Topan tersebut terpengaruh sebuah Filipina diperkirakan 258.844, meninggalkan ribuan tunawisma, ketika itu menghantam pulau awal ini provinsi week.utheastern.


Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

KOMPAS.- Siapa tak kenal Facebook dan Twitter? Pengguna Internet era ini pasti nyaris tak bisa lepas dari dua ajang gaul dunia maya itu. Facebook dan Twitter merupakan implementasi dari web 2.0.
Apa itu web 2.0? Ini merupakan generasi terkini yang paling mendunia dari web, di mana semua pengguna web dapat mempublikasikan dan menerima informasi secara bebas, untuk saling berkolaborasi dan sosialisasi. Jika di era web 1.0 kita hanya dapat mengakses informasi saja, dengan segala keterbatasannya, maka di web 2.0 kita dapat membagikan informasi yang kita punya, baik itu bersumber dari kita sendiri atau dari sumber lain. Kita juga dimungkinkan langsung berinteraksi dengan sesama pengguna web.
Dengan semua kelebihan itu, tak heran jika web 2.0 membuat banyak orang tertarik menggunakan Internet. Mereka yang awalnya tidak kenal dunia maya, menjadi penasaran dan ingin mencoba, sebab kehebohan daya tarik web 2.0 ini.
Memang menyenangkan, bahkan mencandui sebagian orang. Sehari saja tidak mengakses Facebook atau Twitter, rasanya ada yang kurang. Sayangnya masih banyak orang belum sadar bahwa semua kemudahan berbagi dan mengakses informasi itu disertai dengan ancaman lain, yaitu malware yang juga memanfaatkan celah-celah yang ada.

Seperti kita tahu, beragam aplikasi web 2.0 tidak hanya digunakan di rumah, namun juga di lingkungan korporat. Berarti ada banyak data penting perusahaan yang dapat menjadi target para pencipta malware. Pengguna sendiri tidak sadar bahwa dirinya menjadi target serangan, karena terlalu asik menikmati banyak kemudahan, bahkan juga asik bersosialisasi memperluas jejaring pertemanan maupun bisnis.
Yang lebih parah adalah jika pengguna tidak tahu kalau dirinya justru membantu serangan tersebut dan juga menjadi korbannya. Dari laboratorium virus kami, terlihat bahwa jejaring sosial kian popular menjadi sasaran pembuat malware. Setiap tahun, jumlah sampel malware yang berhubungan dengan jejaring sosial berlipatganda dibanding tahun sebelumnya.

Konsep anyar yang ditawarkan web 2.0 adalah mengubah gaya navigasi klasik menjadi jauh lebih interaktif. Bahkan pengguna bisa terus berhubungan melalui web 2.0 dengan perangkat bergeraknya seperti ponsel. Ya, ini seperti pemahaman di mana manusia terus menerus terhubung satu sama lain dengan web 2.0 sebagai medianya, dan beragam perangkat canggih yang mendukung. Di mana saja, kapan saja.

Malware sebelum web 2.0
Kini kita coba telaah apa yang membuat malware ikut menjadikan web 2.0 sebagai sasaran utamanya. Bagaimana malware menyebar sebelum era web 2.0?
Perjalanan virus komputer dan malware kira-kira sama dengan perjalanan informasi itu sendiri. Di masa lalu, informasi secara fisik dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain menggunakan media penyimpanan yang bervariasi. Pada awal tahun 1980-an, informasi menyebar melalui jejaring data pribadi yang mahal. Baru kemudian perlahan jaringan tersebut mulai digunakan oleh kalangan pebisnis untuk email dan transmisi informasi. Pada akhir dekade 1990 mulai banyak kasus serangan virus pada komputer di ranah pribadi dan bisnis, yang biasanya menyerang melalui email.

Tanpa terasa World Wide Web begitu cepat berkembang menjadi sebuah platform yang sangat bernilai bagi pertukaran informasi, perdagangan global, dan produktivitas dunia kerja. Perlahan tapi pasti, kita sadar bahwa tak semua informasi bisa kita bagi ke semua orang. Di sinilah kita ketahui bahwa informasi menjadi sangat berharga, hanya layak dibagikan ke pihak tertentu dan menjadi berbahaya ketika bocor atau rusak.

Selama itu juga muncul yang disebut dengan Era worm internet, dimana terjadi serangan Code Red, Blaster, Slammer dan Sasser ke sejumlah jaringan korporat. Tidak ketinggalan virus Melissa yang juga menyerang email, serta datang melalui pesan instan atau aplikasi peer-to-peer. Semua menargetkan Microsoft, sebab memang sistem operasi itu paling banyak dipakai. Mereka menghadapi semua serangan itu dengan penambahan firewall, dam menjalankan sejumlah mekanisme mitigasi anti-worm. Pengguna juga diajak untuk rajin memperbarui aplikasi pengaman Windows.

Mengapa web 2.0 Menjadi Sasaran Empuk Malware dan Penjahat Cyber? Dalam tahun-tahun terakhir, situs jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi paling popular di Internet. RelevantView dan eVOC Insights memprediksi bahwa pada tahun 2009 situs jejaring sosial digunakan oleh 80 persen pengguna Internet seantero dunia, yang artinya lebih dari satu miliar orang.
Pertumbuhan popularitas ini sudah pasti diketahui oleh para penjahat krinimal dunia maya. Maka tak heran sejumlah situs menjadi sasaran utama malware dan spam, di samping sejumlah tindak kejahatan lain.

Situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace atau Twitter, telah memukau jutaan pengguna Internet, sekaligus juga pelaku kriminal cyber.

Separah apakah serangan terhadap jejaring sosial ini? Pada Januari 2008, sebuah aplikasi Flash bernama Secret Crush yang berisi link ke program AdWare terdapat pada Facebook. Lebih dari 1,5 juta pengguna mengunduhnya sebelum disadari oleh administrator situs.

Kaspersky Lab pada Juli 2008 mengidentifikasi sejumlah insiden yang melibatkan Facebook, MySpace dan VKontakte. Net-Worm.Win32.Koobface. menyebar ke seluruh jaringan MySpace dengan cara yang sama dengan Trojan-Mailfinder.Win32.Myspamce.a, yang terdeteksi di bulan Mei.

Twitter tak kalah jadi target, ketika pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mengunduh Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. LinkedIn juga tak luput dari serangan malware pada Januari 2009, dimana penguna ditipu agar mengklik profil sejumlah selebriti, padahal mereka sudah mengklik link ke media player palsu. Sebulan kemudian YouTube menjadi incaran malware.

Bulan Juli 2009 kembali Twitter menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mempu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus itu hanya sebagian dari begitu banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring sosial.

Ancaman di era web 2.0
Akhir tahun 2008 Kaspersky Lab mengumpulkan lebih dari 43.000 file berbahaya yang berhubungan dengan situs jejaring sosial. Salah satu worm yang paling terkenal menyerang situs jejaring sosial adalah Koobface yang terdeteksi sebagai Net-Worm.Win32.Koobface. Worm ini popular saat sekitar setahun lalu menyerang akun Facebook dan MySpace.

Struktur umum serangan ke web 2.0 biasanya terdiri dari tiga langkah. Pertama, pengguna menerima link dari teman berupa informasi enarik, misalnya video klip. Kedua, pengguna diminta untuk menginstal program tertentu agar bisa menonton video itu. Ketiga, setelah diinstal, program ini diam-diam mencuri akun pengguna dan meneruskan trik serupa ke pengguna lain

Metode itu hampir sama dengan cara worm menyebar melalui email. Worm yang terdistribusi melalui situs jejaring sosial hampir 10 persen sukses menginfeksi. Koobface juga memberi link ke program antivirus palsu seperti XP Antivirus dan Antivirus2009. Program spyware tersebut juga mengandung kode worm.

Ancaman ke situs jejaring sosial jauh lebih mengerikan dari ke email. Mengapa? Selain terinfeksi worm, akun yang bersangkutan juga menjadi korban botnet, bahkan si pemiliknya juga terkena imbasnya. Botnet mampu mencuri nama dan pasword pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu merugikan pihak lain, seperti permintaan transfer uang. Jadi yang menjadi korban bukan hanya akunnya, melainkan pemilik akun itu sendiri, serta pihak lain yang dikirimi pesan palsu.

Sisi lemah manusia
Satu hal paling penting dari serangan terhadap web 2.0 adalah faktor komponen kelemahan manusia ,terutama ketika berhadapan dengan pengguna yang tidak paham bahwa komputernya sudah terinfeksi.

Situs jejaring sosial masa kini menawarkan kostumisasi tambahan dan fungsi berfitur kaya untuk berbagi konten personal, file foto, atau multimedia dengan sebanyak mungkin orang di dunia maya. Situs ini memungkinkan pengguna berbagi pikiran dan minat dengan sesama teman atau komunitas. Secara umum, pengguna situs jejaring sosial saling percaya satu sama lain. Ini artinya jika mereka menerima pesan dari temannya, maka akan langsung mengkliknya begitu saja tanpa kecurigaan pesan itu sudah disisipi oleh malware.

Hari ini masih banyak orang yakin bahwa menggunakan browser Web sama dengan melakukan window shopping atau pergi ke perpustakaan di dunia nyata. Takkan ada yang terjadi tanpa sepengetahuan mereka. Padahal di Web, sekali saja kita mengklik link yang salah, atau tanpa disengaja, maka sama artinya sudah mempersilakan pencuri atau pengintai masuk ke rumah kita. Ya, pencuri atau penyadap di dunia maya tidak kasat mata seperti halnya di dunia maya.

Ambil contoh, aplikasi penyingkat URL yang sering diperlukan di mikroblog seperti Twitter. Karena katakter pesan hanya dibatasi hingga 140 karakter, maka pengguna harus menggunakan aplikasi penyingkat URL saat menyisipkan link ke situs lain. Aplikasi penyingkat URL seperti TinyURL, Is.gd atau Bit.ly tidak akan memperlihatkan nama URL yang sesungguhnya. Cukup keterangan saja dan link yang sudah mereka ringkas.
Bayangkan jika akun si pengguna sudah disusupi Botnet tanpa ia sadari. Botnet akan menggunakan akun Twitter-nya, memposting "Klik foto saya yang imut ini" lalu diikuti URL yang sudah diringkas, maka teman-temannya akan langsung mengklik. Malware yang terkandung dalam link itu akan membawa si korban ke situs lain yang memang sudah dipersiapkan untuk"menjebaknya".

Situs jejaring sosial seperti Facebook biasanya berkolaborasi dengan situs-situs lain agar bisa saling terkoneksi. Mereka ini disebut sebagai partisi ketiga, alias pihak ketiga setelah facebook itu sendiri, dan penggunanya. Banyak kasus dimana partisi ketiga justru dijadikan vektor alias "kendaraan" dari penyerang.

Ada dua pertanyaan yang bisa kita ajukan untuk mendalami masalah ini. Berapa banyak pengguna Facebook menambahkan aplikasi partisi ketiga di profilnya? Berapa banyak yang mereka ketahui mengenai apa yang sesungguhnya dilakukan oleh aplikasi partisi ketiga itu?

Di atas kertas, para pakar mengatakan bahwa Facebook maupun jejaring sosial lain harus memikirkan ulang cara mereka mendesain dan mengembangkan application programming interface (API). Disebutkan bahwa provider jejaring sosial semestinya berhati-hati dalam mendesain platform dan API. Mereka harus hati-hari dengan teknologi sampingan yang dipakai para klien, misalnya JavaScript. Operator situs jejaring sosial sebaiknya memiliki developer yang cukup ketat dalam penggunaan API, yaitu yang mampu memberi akses ke sumber yang hanya benar-benar berhubungan dengan sistem.

Setiap aplikasi yang berjalan di situs jejaring sosial juga semestinya ada di lingkungan terisolasi untuk mencegah interaksi aplikasi dengan host Internet lainnya yang tidak berpartisipasi dalam situs tersebut.

Isu Privasi
Malware bukan hanya satu-satunya masalah ketika kita bicara mengenai situs jejaring sosial. Bagaimana data-data pribadi para pengguna bisa aman adalah pertanyaan lainnya. Lalu, seberapa susahnya sesungguhnya kita melindungi diri sendiri dan data-data kita di situs jejaring sosial?

Ketika orang jahat mendesain serangannya dengan apik, maka para pengguna perlu meningkatkan standar kewaspadaan keamanannya. Advis seperti "Jangan membuka file yang diterima dari sumber yang tidak diketahui" sudah tak lagi berguna, sebab aktivitas serangan sudah mampu menyamar dalam identitas teman yang kita kenal baik. Ini artinya kita bahkan tidak bisa mempercayai pesan atau file yang dikirimkan teman kita sendiri.

Salah satu lapisan perlindungan yang bisa ditambahkan ke browser adalah yang dapat mencegah eksploit. Pengguna sebaiknya melindungi dirinya dari worm XSS dengan hanya mengizinkan eksekusi kode JavaScript dari sumber terpercaya. Pengguna juga semestinya seminim mungkin berbagi alamat pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, dan informasi personal lain.
Memang agak sulit membatasi mana yang boleh dibagi dan yang tidak di situs jejaring sosial. Pada dasarnya setiap orang butuh privasi di belantara dunia maya. Jangan sampai juga kita menjadi korbam trik phishing klasik, terutama ketika muncul laman situs baru saat mengklik aplikasi partisi ketiga yang meminta kita melakukan log-in mengisikan nama, dan sejumlah data pribadi lain. Jika kita ragu atas keaslian laman itu, ada bagusnya kita kembali ke laman asli Facebook dengan mengetik ulang www.facebook.com.

Memang dibutuhkan perlindungan banyak lapis. Solusi keamanan Internet seperti anti-malware adalah pilihan terbaik, namun itu pun diperlukan update yang intens. Pengguna harus terus meningkatkan kewaspadaan dan tingkat keamanannya, sebab penyerang juga akan terus memperbanyak strategi.

Semua kasus yang kita bahas di atas hanya sebuah awal saja. Serangan terhadap situs jejaring sosial kini sudah ada dalam beragam tingkatan, mulai dari malware sampai phishing. Pelaku kriminal dunia cyber akan menggunakan vektor ke web 2.0 lebih dan lebih banyak lagi demi menyebarkan aplikasi berbahayanya. Namun evolusi serangan ke web 2.0 akan seiring juga dengan evolusi yang dilakukan web 2.0 itu sendiri.

Berikut adalah evolusi yang tengah terjadi pada web 2.0. Pertama, Mobilitas. Baik konten maupun tampilan untuk mengaksesnya akan lebih mobile, sehingga keterhantungan pada hardware untuk mengakses serta lokasi fisiknya akan berkurang. Makin bervariasi platform yang dipakai akan mempersulit pembuat malware untuk menerobosnya. Mereka akan kesulitan mengenai sistem operasi dan hardware apa yang akan dipakai si pengguna,.

Kedua, lokalisasi dan kontekstualisasi. Konten dan interface mobile membuat layanannya menjadi lebih baik bagi si pengguna. Semua disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penjahat cyber mau tak mau juga akan memberlakukan perubahan paradigma ini untuk meningkatkan serangannya.

Ketiga, interoperabilitas. Jejaring sosial memungkinkan kita terkoneksi satu sama lain, maka harus ada sistem keamanan yang dibangun oleh jejaring dan penggunanya sendiri. Problem keamanan ini bisa mudah ditingkatkan jika jejaring sosial itu mulai menyatukan layanannya.