Jumat, 22 Oktober 2010

"Bakso Ariel" Laris Manis di Kalangan Artis

BANDUNG, KOMPAS-- Vokalis band yang dulunya bernama Peterpan, Nazriel Irham alias Ariel, merupakan jajaran artis yang mempunyai nama di Tanah Air karena prestasi dan karya-karyanya. Kendati demikian, untuk urusan makanan, Ariel tetap suka makanan rakyat yang mudah ditemui di pinggir-pinggir jalan. Apa itu? Kekasih Luna Maya itu kecantol bakso sejak lama.
"Dia (Ariel) orangnya santai. Dia itu suka bakso," kata salah satu produser musik grup Peterpan, Hary Cahyo Purnomo alias Capung, saat ditemui di studio musik miliknya, yang sehalaman dengan rumahnya, di Kompleks Antapani Bougenville, Blok L nomor 2, Bandung, Jumat (22/10/2010) kemarin.

Salah satu favorit Ariel adalah bakso gerobak yang sering lewat di depan kediaman Capung. Bakso itu pun mendapat julukan Bakso Ariel dari para anggota band ataupun penyanyi yang diproduseri oleh Capung dan sering mendatangi studio musiknya.
Menurut Capung, bakso yang dijual itu rasanya sangat enak dan nikmat. Harganya hanya Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per mangkuk. Biasanya, penjual bakso itu lewat di depan rumah Capung sekitar pukul 16.00 WIB setiap hari.
Tidak hanya Ariel yang menggemari Bakso Ariel. Artis yang sering main ke studio musik Capung juga senang melahap bakso itu. "Sampai teman-teman bilang, 'Ah tunggu Bakso Ariel ah, soalnya enak, paling enak deh," kata Capung berpromosi.
Ryan, vokalis band d'Masiv juga sangat senang makan bakso itu. Menurut Capung, Bakso Ariel sudah menjadi menu wajib Ryan saat datang ke studio musiknya. "Sampai Ryan saja kalau takevokal di sini (studio musik), enggak peduli bagaimana yang penting harus ada Bakso Ariel. Jadi, kalau ke sini, biar bagaimanapun kita harus mengontak penjual bakso, harus ada siang ini," jelasnya sambil tersenyum.
Tak heran, bakso itu pun kemudian menjadi laris karena sering diborong oleh para artis yang main ke studio musik Capung. 

Kamis, 21 Oktober 2010

Kecil-kecil Juga Bisa Bikin "Software"

KOMPAS.com — Kemenangan Fahma Waluya (12) dan adiknya Hania Pracika (6) dalam lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu membuktikan bahwa anak Indonesia juga jago membuat software. Tak harus softwareyang canggih langsung dengan animasi tiga dimensi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana software tersebut bisa bermanfaat.

Kakak beradik asal Bandung itu telah membuktikannya. Seperti anak-anak lainnya, Fahma pun suka bermain game di PC atau ponsel. Namun, ia mengajak kawan-kawannya tidak hanya bermain game, tetapi juga membuat game sendiri.
Pengalamannya membuat software berawal dari kesenangannya bermain software animasi. Sejak duduk di kelas 4, Fahma sudah membuat presentasi dengan Power Point dan setahun kemudian ia mulai berkenalan dengan Adobe Flash. Dengan Adobe Flash saja, ia kini sudah menghasilkan beberapa software edukasi untuk anak-anak.

Software pertamanya yang diberi nama Bahana untuk memperkenalkan warna, angka, dan huruf. Dalam waktu dua tahun kemudian, ia sudah menghasilkan beberapa software berbasis Flash, seperti ENRICH (English for Children) untuk belajar Bahasa Inggris, MANTAP (Math for Children), Doa Anak Muslim (Prayers for Children), Asmaul Husna, dan lainnya.

Fahma dan Hania berkolaborasi dalam pembuatan beragam aplikasi tersebut. Pembuatansoftware dikerjakan Fahma, sedangkan adiknya menjadi sumber ide, beta tester, termasuk merekam suara yang dibutuhkan untuk melengkapi aplikasi tersebut. Uniknya, semua idesoftware berangkat dari kebutuhan belajar adiknya.

"Aku sayang adikku, Hania, meskipun dia kadang-kadang rewel, terutama saat dia tidak ada kegiatan atau permainan. Dia sekarang sekolah di TK B Cendikia, Bandung. Dia senang memainkan ponsel, terutama punya ibuku. Sejak di playgroup, dia senang belajar. Aku ditantang ayahku untuk membuat aplikasi di HP ibuku agar adikku bisa bermain sambil belajar. Akhirnya, dibuatlah aplikasi untuk ponsel ibuku," kata Fahma dalam pengantar aplikasi yang didaftarkan di APICTA 2010.
Tentu saja keberhasilan Fahma dan Hania berkat bimbingan kedua orangtuanya, Dr Yusep Rosmansyah, seorang dosen dan peneliti di ITB dan Yusi Elsiano, seorang praktisi perkembangan anak. Saat Fahma menyatakan minatnya mendalami Flash, orangtua memberi kesempatan untuk kursus. Orangtua juga yang memberi masukan dan nasihat agar hobi membuat software tetap bisa disalurkan di tengah aktivitas yang padat.

Aplikasi buatannya dicoba di ponsel Nokia E71 milik ibu dan ayahnya. Aplikasi "My moms mobile phone as my sisters tutor" yang menang dalam ajang APICTA 2010 itu merupakan kumpulan aplikasi yang terus dikembangkan kedua kakak beradik itu. Aplikas-aplikasi tersebut tersedia gratis untuk diunduh melalui situs web yang dikelola ibunya diwww.perkembangananak.com. Bahkan, beberapa software juga tersedia gratis di OVI Store untuk ponsel-ponsel Nokia.

Saat memperkenalkan software buatannya beberapa waktu lalu, Fahma mengatakan punya keinginan dapat terus mengasah keterampilannya dalam pemrograman software. Saat ini, ia tengah memperdalam software untuk membuat aplikasi tiga dimensi dan belajar bahasa pemrograman C++ dengan bimbingan ayahnya. Harapannya, tentu dapat menghasilkan aplikasi-aplikasi yang lebih baik. Nah, kecil-kecil ternyata anak Indonesia jago bikin softwarejuga kan.

Rabu, 20 Oktober 2010

Hati-Hati Main Game di Facebook

JAKARTA--MICOM:Facebook kembali tersangkut masalah privasi setelah dikabarkan jutaan data pribadi penggunanya diketahui pihak lain.

Seperti dilaporkan Daily Mail, investigasi yang dilakukan Wall Street Journal mengungkap bahwa sepuluh aplikasi terpopuler di Facebook, termasuk permainanFarmVille, Texas Hold'Em Poker, dan Frontier Ville, menjadi agen utama pembocor identitas pemilik akun kepada pihak lain.

Sekitar 25 perusahaan data dan periklanan menerima data-data pribadi pemilik akun Facebook dari perusahaan pemilik aplikasi permainan dan fitur-fitur lain yang terdapat dalam media sosial itu.

Dengan data itu para pengiklan bisa lebih gampang menyasar individu yang sesuai dengan produk mereka.
Jutaan data pribadi itu, termasuk nama pengguna dan daftar teman mereka di dunia maya, dibocorkan tanpa sepengetahuan para pemilik akun. Diduga puluhan juta pengguna Facebook menjadi korban kebocoran data itu.

Kebocoran data itu bisa terjadi bahkan pada pemilik akun dengan pengaturan kerahasiaan privasi pada tingkat maksimum.

Pembocoran data itu sebenarnya melanggar peraturan yang dibuat Facebook sendiri dan akan memunculkan pertanyaan tentang kemampuan media sosial itu untuk melindungi informasi tentang anggotanya.

Para pakar keamanan dunia maya mewanti-wanti bahwa data-data yang bocor bisa digunakan untuk membangun gambaran yang rinci dari kepribadian seseorang seperti tentang minat, lingkungan persahabatan dan keluarga, serta gaya hidupnya.

Banyak yang kemudian mengutuk apa yang mereka sebut 'serangan yang menjijikan atas privasi' dan memperingatkan para pengguna Facebook bahwa media itu bukan 'wilayah privat'.

Senin (18/10) malam Facebook mengatakan akan segera mengambil tindakan untuk melumpuhkan semua aplikasi yang melanggar aturan itu.

Tahun lalu para pemimpin Facebook terpaksa mengubah kembali aturan penggunaanya setelah puluhan ribu penggunanya mengeluhkan pelanggaran atas privasi dan hak cipta karena media sosial itu secara sepihak mengklaim berhak menggunakan foto dan postingan para penggunanya.

KPAI Gembira Ariel Tidak Jadi Dibebaskan

Jakarta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat risau mendengar kabar Ariel akan dibebaskan. Tapi hal itu tidak terjadi. Kini, KPAI pun bersorak-sorai.

Kegembiraan KPAI tersebut disampaikan oleh Ketua KPAI Hadi Supeno saat dihubungi detikhot via ponselnya, Rabu (20/10/2010). KPAI pun turut bangga dengan kinerja polisi yang akhirnya menyeret terdakwa kasus video porno itu ke meja hijau.

"Apresiasi kepada pihak Polri yang telah bekerja keras menyidik kasus ini sejak 4 bulan lalu," kata Hadi.

Setelah kasusnya diambil alih Kejaksaan Negeri Bandung, Hadi ingin proses peradilan Ariel cepat berjalan. Hadi meminta pihak kejaksaan tidak menunda-nunda peradilan terhadap mantan vokalis Peterpan itu.

"Meminta kepada kejaksaan agar tidak menunda-nunda kasus ini ke pengadilan untuk segera disidangkan. Sebagai pengacara negara, kejaksaan harus menunjukkan keberpihakannya untuk melindungi moral masyarakat dengan melakukan tuntutan maksimal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan karena perilaku Ariel telah berpengaruh besar terhadap masyarakat, khususnya anak-anak," papar
pria berkacamata itu.
Hadi juga meminta pers dan masyarakat terus memonitor terhadap jalannya persidangan Ariel. "Meminta kepada masyarakat umum, termasuk media massa, untuk terus mengawal kasus ini sampai proses pengadilan berlangsung," tutupnya.

Temulawak Dipatenkan Asing

Jakarta, Kompas - Zat aktif temulawak untuk obat lever, antikanker, serta jantung dipatenkan pihak asing di Amerika Serikat. Temulawak merupakan jenis tanaman asli Indonesia dan jika dijadikan sebagai zat aktif obat-obatan komersial, semestinya diatur pembagian manfaatnya.

”Ini bagian dari biopiracy (pembajakan sumber daya genetik) yang semestinya diatur benefit sharing atau pembagian manfaatnya,” kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) Hardhi Pranata, Selasa (19/10), pada Konferensi Internasional Tanaman Obat-obatan yang diselenggarakan 19-21 Oktober 2010 di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.
Hardhi mengatakan, ketiga obat herbal dari zat aktif temulawak (Curcuma xanthorrhiza) itu sejak dua atau tiga tahun terakhir diproduksi perusahaan obat di Indonesia dan sudah beredar di pasaran. Perusahaan itu pun terikat pendaftaran paten dari Amerika Serikat.

”Harga obat-obatan herbal itu sekarang 1.000 kali lipat lebih mahal daripada obat dengan bahan mentah yang sama yang sebenarnya sejak lama juga diproduksi di dalam negeri,” kata Hardhi.

Obat herbal yang diproduksi negara-negara lain dengan bahan mentah dari Indonesia telah menunjukkan naiknya kecenderungan minat masyarakat dunia terhadap obat herbal, tetapi Indonesia tidak siap melindungi sumber daya genetiknya.

”Tren pengobatan kembali kepada alam mulai diminati dan sebanyak 12 rumah sakit pun berhasil didorong supaya membuka klinik jamu,” kata Hardhi.

Ke-12 rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Umum Sanglah, Bali; RS Kanker Dharmais, Jakarta; RS Persahabatan, Jakarta; dan RS Dr Soetomo, Surabaya.

Kemudian RS Wahidin, Makassar; RS Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta; RS Pirngadi, Medan; RS Syaiful Anwar, Malang; RS Dr Suharso, Solo; RS Dr Sardjito, Yogyakarta; RS Suraji, Klaten; dan RS Kandau, Manado.

Saintifikasi jamu

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional pada Kementerian Kesehatan Indah Yuning Prapti mengatakan, saat ini masih ditempuh program saintifikasi jamu untuk memberikan bukti-bukti ilmiah terhadap isi atau kandungan jamu.

”Saintifikasi ini berkaitan dengan pemberian standar jamu kepada pasien, tetapi sekaligus pencapaian standar bahan-bahan herbal yang digunakan,” kata Indah.

Saat ini beredar sekitar 3.000 produk obat herbal di Indonesia. Menurut Indah, hanya sebagian kecil saja yang sudah teruji secara klinis melalui uji coba pada manusia dan dinyatakan sebagai fitofarmaka.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Listyani Wijayanti mengatakan, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hanya menyatakan sebanyak lima jenis obat herbal sebagai fitofarmaka, yaitu obat-obatan herbal untuk imunomodulator atau kekebalan tubuh, hipertensi, rematik, diare, dan stamina khusus pria.

Hardhi mengatakan, pada 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan supaya jamu digunakan untuk mengobati pasien oleh para dokter. Namun, harus diakui adanya kesulitan standar bagi dokter untuk meresepkan obat-obat herbal tersebut.

Proses saintifikasi jamu, menurut Hardhi, sekarang ini sangat menunjang tiga prinsip penyembuhan pasien, yaitu tepat dosis, tepat waktu, dan tepat pasien.

”Saintifikasi jamu mendukung pemanfaatan jamu tidak hanya preventif atau pencegahan saja, tetapi juga bisa untuk kuratif atau penyembuhan,” kata Hardhi.

Indah mengatakan, produksi jamu masih sering menghadapi persoalan kesinambungan bahan baku. Namun, sebagian petani produsen bahan baku jamu justru kerap mengeluhkan, bahan-bahan yang diproduksi tidak selalu terserap pasar.

Senin, 18 Oktober 2010

Dengar Mulan Hamil, Maia Ucapkan Selamat

JAKARTA, KOMPAS— Penyanyi Mulan Jameela kembali diterpa isu tak sedap. Belakangan santer beredar kabar yang menyebut bahwa penyanyi lagu "Wonder Women" itu sedang berbadan dua dengan usia kehamilan dua bulan. Bos Republik Cinta Management (RCM), Ahmad Dhani, disebut-sebut sebagai ayah dari si jabang bayi.

Mendengar kabar tersebut, mantan istri Dhani, Maia Estianty tidak terlalu kaget. Ia pun mengucapkan selamat kepada Mulan apabila kabar tersebut memang benar adanya. "Kalau kabar itu benar ya selamat saja, tapi kalau salah ya sudah. Lagian kalau kabar itu benar ya enggak apa-apa toh," kata Maia, saat ditemui di Studio Penta, Jakarta, Senin (18/10/2010).
Sebelumnya, Mulan pernah disebut-sebut sebagai penyebab retaknya rumah tangga Dhani dan Maia. Ia pun pernah menuding bahwa Dhani telah berselingkuh dengan Mulan. Oleh karena itu, Maia tidak heran apabila Mulan memang benar hamil.

"Kalaupun benar (selingkuh) memang sudah lama tahulah," ucap ibu tiga anak itu.

Lebih jauh, Maia enggan berkomentar. Menurutnya, urusan Maia dan Dhani sudah bukan lagi menjadi bagian dari hidupnya. "Aku no comment deh, karena itu sudah bukan urusan aku dan aku enggak perlu komentar, bukan bagian dari hidup aku lagi. Pokoknya salah atau benar bukan urusan aku lagi. Tanyakan saja ke yang bersangkutan," ujarnya.

IGI: Opsi Keempat, UN Ditiadakan!

JAKARTA, KOMPAS- Menurut Ketua Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma, tiga opsi yang dipaparkan Ketua Panja Ujian Nasional (UN) DPR RI Rully Chairul Azwar masih kurang. Perlu tambahan satu opsi lagi sebagai opsi keempat, yaitu UN tidak perlu dilaksanakan pada 2011.

Demikian ditegaskan Ketua IGI Satria Dharma kepada Kompas.com, Senin (18/10/2010) di Jakarta, terkait tiga opsi yang dipaparkan Panja UN DPR RI di acara Lokakarya Ujian Nasional yang berlangsung Jumat (16/10/2010) di Jakarta. Tiga opsi yang dipaparkan Ketua Panja UN Rully Chairul Azwar itu pertama, UN tetap berjalan seperti tahun lalu dengan fungsi sebagai penentu kelulusan siswa dan untuk pemetaan standar mutu pendidikan di Indonesia. Opsi kedua, UN tetap berjalan seperti saat ini dengan syarat penyempurnaan terhadap beberapa hal dan opsi ketiga UN dapat dilanjutkan hanya sebagai sarana pemetaan standar mutu satuan pendidikan di tanah air. Artinya, UN tidak lagi menjadi penentu syarat kelulusan.

"Saya sendiri memilih opsi keempat, yaitu UN ditiadakan," Satria.
Namun, kata dia, jika UN masih terus berlangsung pada 2011 mendatang, sebaiknya tidak dijadikan sebagai syarat atau penentu kelulusan. "Ini jelas tidak adil, UN ditentukan dengan standar nilai yang sama dan diterapkan di semua daerah dari Sabang-Merauke," imbuh Satria.
Ia mengatakan, jika UN bertujuan untuk mengevaluasi belajar siswa, sebaiknya siswa diuji berdasarkan semua mata pelajaran yang diajarkan di daerahnya, bukan diujikan secara nasional. Selain itu, lanjut Satria, standar pembelajaran yang ada sekarang pun belum menasional, sehingga tidak perlu diujikan secara nasional.
"Negara mana yang melakukan UN sebagai penentu syarat kelulusan, tidak ada, yang ada hanya menjadikannya sebagai pemetaan standar mutu satuan pendidikan di negaranya. UN tidak bisa dijadikan patokan seberapa besar jauh siswa belajar," papar Satria.