Senin, 19 Juli 2010

Geramnya Ata Lemos Melihat KD Mesra Dengan Suaminya

Jakarta Lewat tayangan infotainment, KD berani menunjukkan kemesraannya dengan Raul Lemos. Ata Lemos, istri Raul pun geram. Ini dia pernyataan Ata yang tak ingin dipotong.



Ijinkan saya berbicara tanpa pertanyaan.


Tadi secara tidak sengaja saya menonton infotaiment tentang Raul dan KD dan saya sangat menyesalkan, karena Raul yang masih sah suami saya. Dan juga KD tahu bahwa itu suami saya. Jadi tidak pantas dia berlaku mesra. Jadi itu tidak senonoh.

Jadi tidak pantas seorang diva dengan tindak senonoh. Saya tidak tahu di mana perasaan dia sebagai seorang wanita. Apakah pantas ini yang tunjukan bersama laki-laki orang? Padahal sidang cerai di Timor Leste, prosesnya baru dimulai dan sidang pertama Agustus. Dan itu bisa menjadi provokator di sidang kita. Karena KD tidak punya hak berbicara di masalah kami.




Dan masalah kesepakatan (cerai), kenapa itu menjadi kesepakatan bersama. Karena dalam pembicaraan yang menjadi kesepakatan hanya harta gono-gini

Karena tidak etis kita ribut harta di persidangan, dan lagi dilihat utang Raul yang banyak di Timor Leste. Tapi (saya) sebenarnya (tidak ingin) membeberkan hal ini, tapi KD duluan yang memulai masalah ini.



Demikian Ata memberikan pernyataan ketika ditemui di kediamannya, Villa Pejaten Town House, Jakarta Selatan, Senin (19/7/2010). Ata didampingi anak keduanya, Syeilla Ricardo (21 tahun). 



Dalam tayangan infotainmen yang diambil ketika KD hendak pentas di Bandung, terlihat mantan istri Anang Hermansyah itu sangat mesra dengan Raul. Keduanya jalan bergandengan tangan dan duduk selalu berdekatan. Bahkan di satu kesempatan, Raul merangkul KD. Keduanya saling menatap dengan penuh arti.

Indonesian Muslims 'praying in wrong direction'


Jakarta, Indonesia (CNN) -- Indonesian Muslims have been praying in the wrong direction, the country's highest Islamic authority has said.

The Indonesian Ulema Council told the country's Muslim populace in March to turn west when they offered their daily prayers. Muslims are supposed to face the Kaaba, the religion's most sacred site in the city of Mecca in Saudi Arabia.
At the time, the council said that the direction of Kaaba from Indonesia laid to the west.


Turns out, it didn't. Africa did.
So, on Friday, the council issued a new edict: face northwest.
"After the first fatwa (edict) a few months ago that stated that the praying direction is west, we have announced that the correct direction for praying is indeed northwest, and we have issued a new fatwa (edict) to correct it," said Ma'ruf Amin, the head of fatwa division in the Indonesian Ulema Council.
"This is important because facing west will mean that people were facing Africa when they pray," he said.
Amin said the new edict does not mean that mosques in the country will need to be torn down. "They (those praying inside) just need to adjust their praying direction slightly," he said.
Some residents of the world's most populous Muslim country took the change in stride.
"I don't really worry about the praying direction," said Riza Irwansyah, an office worker in Jakarta. "The important thing is I prayed to Allah and I believe He will listen, no matter which way I'm facing."

Minggu, 04 Juli 2010

Menulis Jadi Kebutuhan Pokok

WACANA mengenai gerakan menulis terus digulirkan mahasiswa dan untuk mahasiswa. Wacana itu dilontarkan secara lisan, tulisan, atau disampaikan melalui media massa.
Menulis jadi penting bagi mahasiswa, karena melatih dan mengonstruksi pemikiran agar lebih kritis dan kreatif.

Itu membuat tulis-menulis penting disematkan pada mahasiswa yang notabene calon pemimpin bangsa. Menulis juga tolok ukur bagi kemampuan dan pengetahuan mereka dalam meneruskan atau mengubah masa depan.





Gerakan menulis terus digulirkan mahasiwa yang sadar diri akan keadaan mahasiswa di sekitar yang enggan menulis. Keengganan itu diperkuat berbagai dalih. Dalih mereka ungkapkan secara kuat, namun tak wajar. Dan, dalih “keengganan” menulis dikaitkan dengan keadaan psikologis, ekonomis, sosial, dan budaya.


Itu terbukti saat saya menjumpai, mendengarkan, dan melihat para mahasiswa peserta pelatihan penulisan esai di Auditorium Muhamad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 21 Juni 2010. Pelatihan itu menghadirkan dua pembicara, yakni Bandung Mawardi dan Ridho al-Qodri.

Pelatihan penulisan yang dihadiri ratusan mahasiswa itu seperti penelanjangan diri terhadap “borok” mahasiswa yang belum mau dan mampu menulis. Itu dapat diketahui ketika Bandung Mawardi menyampaikan pelatihan dengan metode active learning. Dia mengajak mahasiswa menulis sebuah kata atau kalimat di sesobek kertas kosong, lalu dikumpulkan, dan diserahkan. Kemudian, pembicara memilih salah satu tulisan mahasiswa dan menstimulus mahasiswa itu untuk memaparkan tulisan dengan berbagai gaya bahasa.
Lelah dan Menyerah Pemaparan mahasiswa ternyata tak disertai argumen kuat. Akhirnya, mahasiswa itu “lelah” dan menyerah. Lalu, pembicara melanjutkan pelatihan dengan metode itu. Namun metode yang disampaikan Bandung ternyata membuat sebagian mahasiswa ciut nyali. Suasana terasa kaku dan dingin.

Bukan karena pengaruh AC di ruangan, melainkan karena mahasiwa memanjakan diri dengan “ketenangan”. Ketenangan diri untuk tak mengucap, baik lisan maupun tulisan.
Itu merupakan representasi mahasiswa yang masih latah dengan kegiatan menulis. Padahal, menulis sama dengan kegiatan untuk mengucapkan diri ke publik.

Kemauan dan kemampuan menulis mahasiswa yang masih rendah bukan hanya karena ketenangan untuk tak mengucap diri secara lisan dan tulisan. Namun, mahasiswa belum “mau” mengajukan dan mengeksplorasi pertanyaan yang berkait dengan ruang dan waktu. Kalaupun mau dan mampu mengajukan pertanyaan, mahasiswa enggan mencari informasi yang berhubungan dengan pertanyaan itu.
Memprihatinkan Padahal, itu kebutuhan vital bagi mahasiswa yang hendak menulis. Ridho al-Qodri menyatakan tugas penulis sebagai peneliti. Penulis harus memunculkan pertanyaan sekaligus memberikan jawaban. Setidaknya, apa aspek paling penting dari pertanyaan saya? Bagaimana relasi antaraspek itu?

Namun stimulus dari kedua pembicara tak membuat mahasiswa  bergairah. Itu betul-betul representasi mahasiswa yang menganggap kegiatan menulis bukan kebutuhan pokok. Para mahasiswa hanya bergairah karena ada fasilitas dari panitia berupa sertifikat, makanan, makalah, blocknote. Mahasiswa belum menangkap keinginan dan harapan panitia dan pembicara.

Keadaan mahasiswa yang kurang merespons pelatihan itu terasa memprihatinkan. Mungkin betul pemaparan Bandung Mawardi bahwa

“Kabar surga aksara dan neraka aksara mungkin tak melewati jalan mereka. Makna tak mau mampir karena tak ada ruang tamu untuk perjamuan.”

Walau pemaparan itu sebuah interpretasi terhadap realitas yang direpresentasikan para mahasiswa yang jadi peserta pelatihan, saya dan pembicara masih punya optimisme  untuk menyemaikan benih kehidupan yang cerah bagi mahasiswa. 

Beckenbauer Optimistis Jerman Maju ke Final

Berlin - Jerman akan berhadapan dengan Spanyol untuk memperebutkan satu tiket final Piala Dunia 2010. Franz Beckenbauer percaya kans Der Panzer lebih besar karena performanya lebih meyakinkan ketimbang tim lawan.

Jerman akan meladeni Spanyol dalam laga semifinal yang digelar pada Kamis (8/7/2010) dinihari WIB.

Tidak bisa dipungkiri, pasukan Joachim Loew ini tengah on-fire. Dua laga sebelumnya, Jerman selalu memetik kemenangan dengan skor menyakinkan. Terlebih, lawan-lawan mereka adalah tim yang berstatus favorit juara.



Di babak 16 Besar, Philipp Lahm dkk. sukses menghancurkan Inggris dengan skor 4-1. Maju ke babak berikutnya di perempatfinal, Die Mannschaft tampil mengesankan dengan melumat tim kuat lainnya, Argentina lagi-lagi dengan skor mencolok 4-0.

Sedangkan Spanyol relatif lebih sulit meraih kemenangan atas lawan-lawannya di fase knock out. Melawan Portugal dan Paraguay, La Furia Roja cuma bisa menang tipis dengan skor 1-0.

Beckenbauer agaknya cukup yakin kekuatan Spanyol kini tidak sama dengan ketika mereka mengalahkan Jerman dan menjuarai Piala Eropa 2008.

"Jerman memiliki sebuah keuntungan daripada Spanyol yang belum menampilkan permainan terbaiknya sama seperti ketika mereka menjuarai Euro 2008," analisa mantan pemain internasional Jerman yang dijuluki Der Kaiser ini seperti diberitakan AFP.

"Mereka tidak terlihat meyakinkan dan harus berjuang keras untuk meraih kemenangan di babak perempatfinal menghadapi Paraguay," pungkas peraih Ballon d'Or dua kali itu.

Di dalam pertandingan itu, Jerman akan kehilangan salah satu ujung tombaknya Thomas Mueller. Pemain Bayern Munich itu absen lantaran terkena akumulasi kartu kuning. (mrp/mrp)

FIFA sets deadline for Nigeria to overturn ban

(CNN) -- Nigeria has until Monday to overturn the decision to ban the national soccer team from all competitions for two years, the sport's governing body FIFA said on Friday
Failure to do so will result in the Nigerian Football Federation being suspended from all FIFA-related actitives, FIFA's communications director Nicolas Maingot told a news conference.
"FIFA will today send a letter to the Nigerian football federation indicating that the government of Nigeria has until Monday 6 p.m. (1600 GMT) to cancel its decision to withdraw Nigeria's participation in all FIFA and CAF organized football competitions," Maingot told a news briefing on Friday.
Nigeria's President Goodluck Jonathan suspended the "Super Eagles" from international competition on Wednesday after their first round exit at the World Cup in South Africa.The team finished bottom of Group B after failing to win a single game.
Jonathan's government also announced the expulsion of the Nigerian Football Federation, with an interim board put in place.
Nigeria's Sports Minister Ibrahim Isa Bio confirmed Jonathan's decision in an interview with CNN.
"The government has taken a decision we believe is in the interests of Nigeria that we should for now, withdraw from international competition because our football since 1996 seems not to be growing," he said.
"The president Goodluck Jonathan has endorsed this decision and the Nigerian people are excited about it."
However, FIFA rules prevent governments from interfering in the running of national football federations.
Should Nigeria fail to resolve the situation, the country will be banned from competitive games including African competitions, and will also lose vital financial help from FIFA.
"A suspension goes beyond the suspension of the national team, it also involves the freezing of the financial help and no referees can participate in international competition," said Maingot.
FIFA President Sepp Blatter had earlier warned France that they would face a possible suspension following a similar issue involving an investigation by French President Nicolas Sarkozy into the national team's infamous World Cup exit.
Jerome Valcke, FIFA's general secretary, said Jonathan's decision puts soccer's world governing body into jeopardy.
"You can't allow a government to say all national teams can't play anymore in any international tournaments," Valcke told South African radio station 702.
"Why should we be so strong on France when they did what they did and we say nothing about Nigeria.
"We have 208 members ... if you have one country going against our statute, going against the football system, the pyramid of football ... all is destroyed."

Kenaikan TDL Tak Langsung Pengaruhi Konstruksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Efek kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mengkhawatirkan banyak pihak. Kenaikan TDL dikhawatirkan berakibat pada kenaikan harga yang memberatkan, termasuk dalam proyek-proyek konstruksi infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum memastikan tak ada efek langsung dari kenaikan TDL terhadap proyek konstruksi infrastruktur.
"Secara langsung tidak ada ya dampaknya ke konstruksi," kata Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga, Danis Sumadilaga di Jakarta, Jumat (2/7/2010).
Pasalnya, menurut Danis, proyek konstruksi biasanya tergantung pada harga material, peralatan seperti bahan bakar dan upah pekerka. Oleh karena itu, efek langsung kenaikan TDL terhadap proyek konstruksi dinilai belum ada.
Jika kenaikan TDL per 1 Juli yang ditetapkan pemerintah berlaku untuk kontraktor dengan kategori pelanggan bisnis dan pelanggan industri, bukan tak mungkin kenaikan TDL akan berdampak.

Video Ariculun Terkenal di Australia

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR mendapat sindiran dari menteri kominfo Australia soal video porno Ariel Peterpan ketika mereka melakukan kunjungan kerja ke negara kangguru tersebut pada 19-24 Juli 2010. 

"Pada saat kunjungan kerja ke Australia, menteri kominfo Australia sempat menyindir dengan mengatakan jika masyarakat Australia ikut menikmati video porno penyanyi Indonesia Ariel Peterpan," kata anggota Komisi I DPR Max Sopacua, Minggu (4/7/2010). 



Menurut dia, video porno Ariel Peterpan tersebut bisa diakses masyarakat Australia melalui browsing di internet. 

Angggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan menyikapi perkembangan teknologi informasi melalui internet ini cukup dilematis. 

Di satu sisi, kata dia, pemerintah Indonesia mendorong kemajuan teknologi informasi melalui internet untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan informasi tapi di sisi lain memiliki dampak negatif yakni sulitnya dicegah penyebaran informasi yang tidak diharapkan seperti video porno. 

Menurut dia, menteri kominfo Australia sempat menyindir rombongan anggota Komisi I DPR ketika mereka berdialog pada saat kunjungan kerja ke Australia. 

Pada saat itu, anggota Komisi I DPR membahas soal perkembangan teknologi informasi dan konvergensi media serta bagaimana Indonesia maupun Australia menyikapinya. 

Selain bertemu dengan menteri kominfo, rombongan Komisi I DPR juga berkunjung ke stasiun televisi SBC untuk melihat pengeloaan stasiun televisi tersebut terutama program-program yang disiarkan. 

Menurut Max, anggota Komisi I DPR juga berkunjung ke Kementerian Pertahanan Australia guna membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan seperti persoalan batas negara.